Pentingnya Ruang Olahraga Aman dan Nyaman di Sepak Bola Putri

ASBWI, olahraga, KemenPPPA, sepak bola putri, PSSI, Vivin Cahyani, Exco PSSI, Pentingnya Ruang Olahraga Aman dan Nyaman di Sepak Bola Putri

Asosiasi Sepak Bola Wanita Indonesia (ASBWI) menekankan betapa pentingnya menciptakan ruang olahraga yang aman dan inklusif.

Bertepatan dengan Hari Perempuan Internasional, ASBWI menggelar Workshop bertema “Play with heart, Protect with action” pada Senin (9/3/2026). 

Tujuannya adalah menciptakan lingkungan olahraga yang aman dan inklusif bagi perempuan dan anak. ASBWI turut menggandeng Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).

Keamanan atlet belakangan tengah menjadi perhatian berbagai pihak, terutama para pemangku kepentingan dari sektor olahraga dan pemerintah.

ASBWI dan KemenPPPA menyoroti isu perlindungan terhadap perempuan dan anak dalam aktivitas olahraga, khususnya sepak bola. 

Diskusi yang digelar secara hybrid ini diikuti  ratusan orang, baik offline maupun online. mereka terdiri dari peserta umum, anggota klub ASBWI dan ASBWI Provinsi.

Stop Diskriminasi terhadap Perempuan

Disebutkan bahwa perkembangan olahraga, termasuk sepak bola putri, perlu diiringi dengan komitmen kuat untuk memastikan para atlet berada dalam lingkungan yang aman dan mendukung. 

Wakil Ketua Umum ASBWI, Monica Desideria, menyampaikan, perlindungan atlet perempuan menjadi bagian penting dalam upaya mendorong pertumbuhan sepak bola wanita di Indonesia.

“Kami ingin memastikan para pemain wanita dapat berlatih dan bertanding dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan maupun diskriminasi,” ujar Monica Desideria.

Komitmen PSSI terhadap Keamanan Atlet

Hal senada diutarakan oleh Vivin Cahyani Sungkono selaku Exco PSSI. Sejak awal federasi berkomitmen menciptakan lingkungan sepak bola yang aman dan inklusif.  

ASBWI, olahraga, KemenPPPA, sepak bola putri, PSSI, Vivin Cahyani, Exco PSSI, Pentingnya Ruang Olahraga Aman dan Nyaman di Sepak Bola Putri

Anggota Exco PSSI, Vivin Cahyani, menegaskan kembali soal rencana menghidupkan kembali Liga 1 Putri.

“Sepak bola harus menjadi ruang aman bagi siapa pun yang terlibat di dalamnya. Sehingga, aspek perlindungan perempuan dan anak menjadi perhatian PSSI,” ungkap Vivin Cahyani.

Sementara itu, Ratna Susianawati selaku Staf Ahli Bidang Hukum dan HAM KemenPPPA menegaskan urgensi berkolaborasi lintas sektor untuk menciptakan ruang ramah bagi perempuan dan anak. 

Edukasi, regulasi, serta kesadaran dari seluruh pihak di ekosistem olahraga dinilai menjadi kunci dalam upaya pencegahan kekerasan. 

Melalui forum ini juga, diharapkan semakin banyak pihak terlibat dalam membangun ekosistem olahraga yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga aman dan inklusif bagi semua.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang