Buka Lapangan Kerja Besar-besaran, Prabowo Janjikan Angka Kemiskinan Turun di 2027

Presiden Prabowo Subianto berjanji untuk menurunkan angka kemiskinan nasional di tahun 2027 mendatang. Hal itu disampaikannya saat membacakan angka-angka kunci dari Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) tahun 2027, dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-19.

Dalam paparannya, Prabowo mencanangkan bahwa di tahun 2027 pertumbuhan ekonomi nasional bisa mencapai kisaran 5,8-6,5 persen. Dimana, hal itu ditegaskannya harus tercermin pada meningkatnya kesejahteraan rakyat secara nyata.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Karena itu, angka kemiskinan ditargetkan turun ke rentang 6,0-6,5 persen, dari target sebelumnya 6,5-7,5 persen," kata Prabowo di DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.

Presiden Prabowo Subianto

Selain itu, Prabowo juga menargetkan bahwa tingkat pengangguran terbuka harus turun pada rentang 4,30-4,87 persen, dari target sebelumnya 4,44-4,96 persen.

Hal itu sejalan dengan target soal rasio gini alias rasio ketimpangan, yang juga ditargetkan harus semakin membaik pada rentang 0,362-0,367 dari target sebelumnya 0,377-0,380.

"Jarak antara yang terkaya dan yang termiskin tidak boleh semakin lebar. Bahkan harus kita perjuangkan untuk terus menyempit," ujarnya.

Dengan berbagai program prioritas di bidang Sumber Daya Manusia (SDM), Presiden juga menargetkan Indeks Modal Manusia bisa membaik menjadi 0,575, dari sebelumnya 0,570.

Hal itu menurutnya juga akan dibantu dengan berbagai program di bidang pertanian, sehingga Indeks Kesejahteraan Petani juga ditargetkan meningkat menjadi 0,8038 dari sebelumnya 0,7731.

"Nilai tukar petani atau NTP yang sekarang sudah mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah di angka 126, harus kita perjuangkan untuk bisa kita tingkatkan lagi," kata Prabowo.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemudian, lanjut Prabowo, pemerintah juga berjanji akan membuka lapangan kerja secara besar-besaran di tahun 2027 mendatang. Ditargetkan, proporsi lapangan kerja formal meningkat menjadi 40,81 persen di tahun 2027, dari sebelumnya 35,00 persen di tahun 2026 atau naik sekitar 5,81 persen.

"Demikian telah saya sampaikan angka-angka kunci dari kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal (KEM PPKF) tahun 2027," ujarnya.