Nanggung Beban! Yasmin Napper Ungkap Rasanya Jadi Anak Sulung di Film Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan
Aktris muda Yasmin Napper kembali menunjukkan keseriusannya dalam memilih proyek akting. Kali ini, ia terlibat dalam film drama keluarga berjudul "Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan" yang mengangkat kisah emosional tentang hubungan keluarga, kehilangan, dan kenangan.
Yasmin Napper mengungkapkan bahwa ketertarikannya pada film tersebut muncul sejak pertama kali membaca naskah. Ia menilai cerita yang diangkat memiliki kedalaman emosi yang kuat serta sangat dekat dengan kehidupan banyak orang.
Menurutnya, genre drama keluarga selalu memiliki ruang untuk mengeksplorasi perasaan yang kompleks dan penuh makna.
Tak hanya itu, karakter yang ia perankan juga menjadi tantangan tersendiri. Yasmin Napper harus mendalami sosok anak sulung yang digambarkan sebagai figur kuat dalam keluarga, namun menyimpan beban emosional yang tidak selalu terlihat.
Peran ini menuntutnya untuk memahami dinamika psikologis seorang kakak yang sering kali menjadi sandaran bagi adik-adiknya.
"Aku adalah anak sulung dari keluarga ini. Sebagai anak pertama selalu dianggap seperti bisa mengambil dan menyimpan beban dari adik-adiknya. Mau adiknya sebesar apapun, kakaknya dianggap paling kuat," kata Yasmin Napper, dalam peluncuran Official Poster dan Trailer Film Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan, di Jakarta, Senin 13 April 2026.
Dalam proses pendalaman karakter, Yasmin banyak mengambil referensi dari kehidupan pribadinya. Meski bukan anak pertama, ia mengamati peran kakak-kakaknya dalam keluarga. Ia memperhatikan bagaimana tanggung jawab yang lebih besar sering kali dipikul oleh anak sulung, mulai dari hal kecil hingga persoalan besar dalam keluarga.
Pengamatan tersebut kemudian ia tuangkan ke dalam gestur, ekspresi, hingga cara berinteraksi dengan karakter lain di film. Ia juga mencoba menghadirkan konflik emosional yang realistis, termasuk dinamika pertengkaran antar saudara yang sering kali dipicu oleh situasi, bukan semata-mata kebencian.
Selain itu, Yasmin Napper menegaskan bahwa ia tetap mampu memisahkan emosi karakter dari kehidupan pribadinya. Namun, pengalaman membintangi film ini memberikan perspektif baru tentang pentingnya menghargai waktu bersama keluarga.
"Emosi nggak kebawa ke kehidupan prbiadi aku tapi film ini membuat aku selalu bersyukur karena kita nggak tahu kapan kehilangan momen. Aku jadi menikmati momen sama ibu dan keluargaku," jelas Yasmin Napper.
Tak hanya soal akting, Yasmin juga membagikan kenangan personal yang muncul selama proses produksi. Ia mengaku film ini membuatnya bernostalgia dengan masa kecil yang penuh kesederhanaan dan kehangatan.
"Aku kangen jadi kecil lagi. Pengen nggak mikirin harus makan apa, berangkat sekolah bareng kakak aku di mobil bisa ngobrolin hal kecil," katanya.
Sebagai informasi, film ini merupakan kolaborasi antara Rapi Films, Screenplay Films, dan Vortera Studios. Ditulis oleh Alim Sudio dan disutradarai Kuntz Agus, film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 13 Mei 2026.
Diproduseri oleh Sunil Samtani, film ini mengangkat isu tentang arti kebersamaan di tengah ancaman kehilangan ingatan. Kisahnya menyoroti bagaimana momen-momen sederhana dalam keluarga justru menjadi hal paling berharga ketika waktu tak lagi bisa diulang.
Melalui perannya, Yasmin Napper tidak hanya menghadirkan karakter yang kuat, tetapi juga manusiawi—menggambarkan bahwa di balik sosok anak sulung yang terlihat tegar, tersimpan perasaan rapuh yang jarang terungkap.