Menyusuri Kabut dan Pinus di Menoreh, Borobudur Highland Suguhkan Alam, Budaya, dan Petualangan
Kawasan perbukitan Menoreh kembali akan menghadirkan magnet wisata baru yang mulai mencuri perhatian, yakni destinasi wisata terpadu Borobudur Highland.
Borobudur Highland yang saat ini dalam tahap pembangunan ini direncanakan memiliki luas 309 hektare yang dikembangkan oleh Badan Otorita Borobudur. Destinasi di tengah perbukitan Menoreh ini digadang-gadang menjadi wajah baru pariwisata berkelanjutan di sekitar Borobudur.
Terletak di dataran tinggi dengan lanskap pegunungan yang memukau, kawasan ini tidak sekadar menawarkan panorama alam, tetapi juga pengalaman wisata terpadu yang memadukan unsur alam, budaya, dan sentuhan modern.
Dari udara sejuk khas pegunungan hingga hamparan hijau yang menenangkan, Borobudur Highland dirancang menjadi tempat “pelarian” dari hiruk-pikuk kota.
Berbeda dengan destinasi wisata konvensional, kawasan ini dibagi ke dalam lima zona utama yang masing-masing memiliki karakter unik. Mulai dari zona gerbang (gate) sebagai pintu masuk, zona exclusive resort untuk wisatawan yang menginginkan kenyamanan premium, hingga zona budaya yang mengangkat kearifan lokal.
"Selain itu, tersedia pula zona ekstrem dan adventure bagi pencari adrenalin yang ingin merasakan sensasi berbeda di tengah alam terbuka," kata Plt. Direktur Utama BPOB, Yusuf Hartanto pada Senin (27/4/2026).
Konsep ini menjadikan Borobudur Highland bukan hanya tempat berkunjung, tetapi ruang eksplorasi pengalaman. Wisatawan dapat menikmati trekking di jalur alami, menyusuri keindahan hutan, hingga merasakan ketenangan yang jarang ditemukan di destinasi lain.
Salah satu fasilitas yang telah lebih dulu beroperasi adalah Deloano Glamping. Mengusung konsep glamour camping atau glamping, tempat ini menawarkan pengalaman menginap di alam terbuka tanpa meninggalkan kenyamanan modern.
Perpaduan antara tenda eksklusif dan panorama hutan pinus menjadikan Deloano Glamping sebagai daya tarik awal yang memperkenalkan konsep ekowisata di kawasan ini.
Tidak hanya berorientasi pada kunjungan wisata, pengembangan Borobudur Highland juga menitikberatkan pada keberlanjutan. Badan Otorita Borobudur memastikan pembangunan dilakukan dengan perencanaan matang, mulai dari tata ruang hingga pelestarian lingkungan.
Pendekatan ini sekaligus melibatkan masyarakat lokal sebagai bagian penting dalam ekosistem pariwisata.
"Masyarakat sekitar tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut diberdayakan melalui berbagai program ekonomi kreatif," kata Yusuf
Kehadiran pelaku lokal dalam pengelolaan wisata diharapkan mampu menciptakan dampak ekonomi yang merata sekaligus menjaga identitas budaya setempat.
Upaya penguatan kawasan ini juga terlihat melalui kolaborasi dengan Desa Wisata Nglinggo.
Kerja sama yang dilakukan baru-baru ini menjadi langkah strategis dalam menambah atraksi wisata sekaligus memperkaya pengalaman pengunjung.
Plt. Direktur Utama BPOB, Yusuf Hartanto, menyebut kolaborasi tersebut sebagai langkah maju dalam menciptakan ekosistem pariwisata yang lebih hidup. Menurutnya, semakin banyak atraksi yang tersedia, semakin besar peluang menarik wisatawan ke kawasan yang berada di perbatasan tiga kabupaten, yakni Kulon Progo, Magelang, dan Purworejo.
Kawasan ini bahkan disebut sebagai “segitiga emas” karena posisinya yang strategis dan memiliki potensi besar untuk berkembang. Dengan bertambahnya pilihan destinasi, distribusi kunjungan wisatawan di sekitar Borobudur pun diharapkan menjadi lebih merata.
"Borobudur Highland juga diproyeksikan sebagai destinasi alternatif untuk mendukung Candi Borobudur yang telah lama menjadi ikon pariwisata nasional. Diversifikasi ini penting untuk mengurangi tekanan kunjungan di area candi sekaligus membuka peluang ekonomi baru di wilayah sekitarnya," tambah Yusuf
Ketua Desa Wisata Nglinggo, Antonius Nugroho, berharap kolaborasi ini dapat membawa manfaat nyata bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa pengembangan wisata idealnya berangkat dari masyarakat dan kembali untuk kesejahteraan masyarakat.
Dengan konsep yang mengedepankan harmoni antara alam, budaya, dan pembangunan, Borobudur Highland perlahan menegaskan dirinya sebagai simbol baru pariwisata masa depan. Bukan sekadar destinasi, kawasan ini menjadi representasi bagaimana pariwisata dapat tumbuh tanpa meninggalkan akar budaya dan kelestarian lingkungan.
"Jika dikelola secara konsisten, bukan tidak mungkin Borobudur Highland akan menjadi “permata baru” di jantung Pulau Jawa tempat di mana keindahan alam dan inovasi berjalan beriringan," tutupnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang