Top 8+ Cara Mendeteksi Kebohongan Lewat Bahasa Tubuh dan Ucapan

8 Cara Mendeteksi Kebohongan Lewat Bahasa Tubuh dan Ucapan, 1. Perubahan bahasa tubuh, 2. Cerita yang terus diulang, 3. Urutan cerita sangat kronologis, 4. Pilihan kata terlalu rapi, 5. Kalimat berbelit dan mengelak, 6. Perubahan nada suara, 7. Sengaja menatap mata sepanjang obrolan, 8. Sikap tidak sesuai

Berbohong sering kali dipandang sebagai sesuatu yang sepenuhnya negatif. Namun, dalam kenyataannya, tidak semua kebohongan lahir dari niat buruk. Dalam konteks tertentu, berbohong justru menjadi bagian dari keterampilan sosial yang membantu menjaga hubungan antarmanusia tetap harmonis.

Profesor psikologi di Southern Connecticut State University, Kevin Colwell, menyebut, alih-alih sekadar bentuk ketidakjujuran, kemampuan untuk menyaring apa yang perlu disampaikan dan bagaimana cara menyampaikannya merupakan bagian dari kecerdasan sosial.

"Berbohong adalah keterampilan sosial yang sangat penting. Ini membantu memperlancar interaksi sosial dan membuat hubungan kita berjalan lebih harmonis," lanjut dia.

Namun, kebohongan besar yang sengaja memanipulasi fakta bisa menjadi bencana, mulai dari rusaknya hubungan dengan keluarga, pasangan, atau rekan kerja.

Karena itulah, banyak orang berusaha keras untuk mengetahui apakah mereka sedang dibohongi atau tidak.

Cara mendeteksi kebohongan

Colwelll mengatakan, kunci utama dalam mendeteksi kebohongan adalah melakukan percakapan tanpa berasumsi buruk.

"Kamu tidak boleh berasumsi bahwa mereka berbohong, karena itu akan mengubah cara mereka berinteraksi," jelas dia.

Ia menambahkan, menjaga kelancaran komunikasi sangatlah penting. Kamu harus menjadi teman bicara yang asyik agar percakapan terasa mudah. Dengan begitu, mereka tidak akan tahu ketika kamu sedang mencoba memerhatikan bahasa tubuh dan verbal mereka untuk mendeteksi kebohongan.

1. Perubahan bahasa tubuh

8 Cara Mendeteksi Kebohongan Lewat Bahasa Tubuh dan Ucapan, 1. Perubahan bahasa tubuh, 2. Cerita yang terus diulang, 3. Urutan cerita sangat kronologis, 4. Pilihan kata terlalu rapi, 5. Kalimat berbelit dan mengelak, 6. Perubahan nada suara, 7. Sengaja menatap mata sepanjang obrolan, 8. Sikap tidak sesuai

ilustrasi berkeringat di malam hari bisa jadi tanda kanker di tubuh Anda.

Untuk mengidentifikasi kebohongan, kamu butuh pemahaman akan kebiasaan normal lawan bicara terlebih dahulu. Semakin lama bersamanya, semakin mudah menyadari jika ada keanehan.

Perhatikan respons stres yang terlihat jelas, seperti tubuh berkeringat, detak jantung meningkat, atau sering menelan ludah.

"Menggeser tubuh mereka, menjauhkan kursi dari orang yang berbicara dengan mereka, berdiri atau mencoba untuk pergi, saya pernah melihat semua itu," ujar mantan jaksa di New York, Amerika Serikat (AS), sekaligus pensiunan agen khusus FBI, Jim Clemente.

2. Cerita yang terus diulang

Orang yang berkata jujur dapat menceritakan sebuah kejadian secara luwes. Sebaliknya, pembohong sangat berhati-hati sebelum berbicara.

"Mereka akan mengatakan hal yang sama persis dengan yang baru saja mereka katakan sebelumnya, sama seperti yang sudah mereka katakan," jelas Kevin.

Alih-alih menambahkan detail baru yang mengalir secara alami, orang berbohong cenderung menahan detail tersebut untuk memastikan mereka tidak "membantah" diri sendiri.

3. Urutan cerita sangat kronologis

Sebuah cerita yang runtut tidak selamanya menjadi tanda sebuah kejujuran. Pembohong biasanya bercerita secara kaku sesuai dengan alur waktu, sedangkan orang yang jujur langsung menyampaikan bagian terpenting dari sebuah kejadian terlebih dahulu.

4. Pilihan kata terlalu rapi

Anehnya, pembohong kerap berbicara jauh lebih fasih dan elegan dibandingkan saat mereka berkata jujur. Fenomena memalsukan cerita ini dilakukan dengan sengaja. Mereka umumnya memakai kosakata rumit demi meyakinkan lawan bicara.

5. Kalimat berbelit dan mengelak

Kebohongan juga sering disampaikan secara lisan lewat manipulasi kalimat. Ini termasuk menjawab pertanyaan dengan pertanyaan balik atau menggunakan kata-kata samar seperti 'mungkin' demi menghindari inti masalah.

"Jika seseorang berkata, 'Saya nyetir mobil ke tempat kerja, dan kemudian ketika saya sampai di sana….,' mereka mungkin menghilangkan apa yang terjadi di antara itu," tutur Clemente.

6. Perubahan nada suara

8 Cara Mendeteksi Kebohongan Lewat Bahasa Tubuh dan Ucapan, 1. Perubahan bahasa tubuh, 2. Cerita yang terus diulang, 3. Urutan cerita sangat kronologis, 4. Pilihan kata terlalu rapi, 5. Kalimat berbelit dan mengelak, 6. Perubahan nada suara, 7. Sengaja menatap mata sepanjang obrolan, 8. Sikap tidak sesuai

Ilustrasi mengobrol dengan teman.

Beda halnya dengan orang jujur yang memiliki nada stabil, seorang pembohong kerap mengalami perubahan tempo dan volume suara yang cukup drastis di tengah obrolan.

"Jika seseorang berada di bawah tekanan, nada suaranya mungkin akan naik cukup tinggi. Kecepatan bebicara mereka mungkin melambat karena mereka mencoba berpikir, atau mungkin sangat cepat karena mereka sangat gugup," terang Clemente.

7. Sengaja menatap mata sepanjang obrolan

Memalingkan pandangan dari lawan bicara sebenarnya merupakan respons wajar otak saat sedang berpikir keras.

"Orang yang sudah menyiapkan kebohongan sering kali menatap langsung ke mata lawan bicara, karena mereka ingin tahu apakah kamu akan memercayainya," ungkap jaksa senior Wendy Patrick.

Tatapan tajam dan intens ini tanpa sadar digunakan untuk mengukur reaksi. Mereka mencoba melihat apakah kamu termakan oleh apa yang mereka sampaikan atau tidak.

8. Sikap tidak sesuai

Sikap fisik seseorang harus selalu selaras dengan ucapannya. Ketidaksesuaian antara ekspresi wajah dan kata-kata, seperti tertawa lepas di tengah topik obrolan yang serius, adalah sebuah tanda yang perlu diwaspadai.

Kendati demikian, semua tanda di atas tidak selalu benar, meskipun bisa digunakan sebagai referensi untuk mengetahui apakah lawan bicara sedang berbohong atau tidak. Untuk mengetahui kebenaran, tentunya kamu tetap perlu mengkonfrontasi mereka.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang