Changan Nevo Q05

Perubahan desain interior mobil semakin terasa dalam beberapa tahun terakhir. Dulu dasbor dipenuhi tombol fisik untuk berbagai fungsi, kini banyak pabrikan, terutama dari China, mulai menghilangkannya dan mengganti dengan layar sentuh (head unit) yang serba terpusat.

Pendekatan ini membuat tampilan kabin terlihat lebih bersih dan modern. Hampir semua pengaturan, mulai dari AC, audio, hingga fitur kendaraan lainnya, diakses melalui layar.

Bahkan, beberapa model juga mengandalkan perintah suara sebagai alternatif interaksi pengemudi dengan mobil.

Namun, di balik kesan futuristis tersebut, muncul pertanyaan soal kenyamanan dan keselamatan. Sebab, penggunaan layar sentuh mengharuskan pengemudi mengalihkan pandangan dari jalan, setidaknya untuk memastikan menu yang ditekan sesuai.

Sony Susmana, pendiri dan Direktur Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), menilai bahwa keberadaan tombol fisik sebenarnya tidak wajib. Namun, dari sisi penggunaan, tombol konvensional masih terasa lebih nyaman dan memberikan kepastian saat ditekan.

“Enggak harus ada, tapi tombol fisik itu lebih nyaman dan lebih yakin saat ditekan. Kalau soft touch kadang butuh ketepatan dan sensitivitas, ini yang bisa bikin gagal fokus,” ujarnya kepada Kompas.com, Senin (27/4/2026).

Test drive Changan Deepal S05 di Chongqing, China

Test drive Changan Deepal S05 di Chongqing, China

Ia menjelaskan, tren penggunaan layar sentuh tidak lepas dari perkembangan teknologi dan tuntutan desain yang lebih modern. Produsen berusaha menghadirkan kesan canggih sekaligus menyederhanakan tampilan interior kendaraan.

Meski begitu, perubahan ini menuntut adaptasi dari pengguna. Kebiasaan lama yang bisa mengoperasikan tombol tanpa melihat kini harus bergeser, karena interaksi dengan layar membutuhkan perhatian visual lebih.

“Pengguna memang harus lebih banyak menyesuaikan. Ini soal adaptasi dan mengubah kebiasaan, karena biasanya pengemudi itu mengoperasikan tombol sambil jalan,” kata dia.

Pada akhirnya, inovasi di kabin mobil menjadi dilema antara estetika dan fungsionalitas. Teknologi menawarkan kemudahan dan kecanggihan, tetapi tetap perlu diimbangi dengan aspek ergonomi dan keselamatan agar tidak mengorbankan fokus berkendara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang