Tech3 KTM Bidik Pebalap Moto2 buat MotoGP 2027

Moto2, MotoGP, Tech3 KTM Bidik Pebalap Moto2 buat MotoGP 2027

Tim satelit KTM, Tech3, sudah mengamankan kontrak kerja sama untuk era regulasi baru mesin 850 cc di MotoGP 2027. Kini, fokus sang bos tim, Guenther Steiner, langsung beralih ke bursa transfer pebalap.

Menariknya, Steiner memberikan sinyal kuat bahwa dirinya siap mengambil risiko dengan merekrut pebalap muda yang saat ini masih berkompetisi di kelas Moto2. Langkah ini dinilai sebagai peluang besar untuk melahirkan bintang baru di MotoGP.

"Sangat bagus kami sudah mengamankan kontrak dengan KTM, sekarang fokus selanjutnya adalah pebalap. Belum ada yang diputuskan," ujar Steiner dikutip dari Crash, Kamis (4/6/2026).

Moto2, MotoGP, Tech3 KTM Bidik Pebalap Moto2 buat MotoGP 2027

Pebalap Tech3 KTM, Maverick Vinales, dipastikan absen dari sisa rangkaian MotoGP Jerman 2025 dan MotoGP Republik Ceko 2025 pekan depan akibat cedera bahu yang dideritanya dalam sesi kualifikasi MotoGP Jerman 2025, Sabtu (12/7/2025).

Saat ini, Maverick Vinales menjadi salah satu nama kuat yang masuk radar tim. Karakter Vinales yang sudah mengenal baik kultur tim dan punya kecepatan menjadi nilai plus, meski musim lalu sempat diganggu cedera bahu.

Selain Vinales, pebalap pabrikan KTM saat ini, Brad Binder, juga digadang-gadang jadi kandidat potensial berkat jam terbangnya bersama RC16.

Namun, Steiner menegaskan bahwa tim satelit seperti Tech3 harus bersikap realistis dalam berburu tanda tangan pebalap top.

"Sebagai tim seperti kami, kami tidak bisa mendapatkan Marc (Marquez), kami juga tidak bisa mendapatkan Bezzecchi. Itu realitasnya," ucap Steiner.

"Jelas kami butuh pengalaman, tapi kami bisa mengombinasikannya. Antara pebalap berpengalaman dan mengambil risiko pada seseorang yang bisa menjadi bintang masa depan. Tim besar mungkin tidak bisa berspekulasi, tapi kami bisa," kata dia.

Jika melihat peta persaingan di kelas menengah, beberapa nama pebalap Moto2 seperti David Alonso, Dani Holgado, hingga Izan Guevara memang santer dikabarkan bakal naik kelas pada musim 2027.

Namun, Tech3 juga punya opsi menarik lain seperti sang pemimpin klasemen Manuel Gonzalez atau Senna Agius.

Bagi Steiner, latar belakang negara asal atau paspor sang pebalap sama sekali tidak berpengaruh dalam penilaiannya. Baginya, murni kemampuan di atas trek yang menentukan seorang pebalap layak naik kelas ke MotoGP atau tidak.

"Sebuah paspor tidak memberi Anda tempat untuk balapan, tapi bakat yang memberikannya. Kami harus percaya pada bakat, bukan pada paspor," kata mantan bos tim Formula 1 tersebut.

Ketika ditanya mengenai deadline dalam menentukan susunan pebalapnya, Steiner justru menanggapinya dengan santai. Mengingat sebagian besar tim pabrikan dan satelit lain sudah mengamankan pebalap mereka, Tech3 punya keleluasaan penuh untuk memilih.

"Jadi kandidat kami tidak punya tempat lain untuk pergi, sejujurnya. Karena itu, saya ingin memastikan kami mengambil keputusan terbaik yang kami bisa," kata Steiner.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang