Jetour T1 Punya Dua Pilihan Mesin, Ini Perbedaan Tipe ICE dan PHEV

Jetour, Jetour Sales Indonesia, Jetour T1, Jetour T1 Punya Dua Pilihan Mesin, Ini Perbedaan Tipe ICE dan PHEV

Jetour resmi menghadirkan dua varian T1 untuk pasar Indonesia, yakni T1 bermesin bensin konvensional (ICE) dan T1 i-DM yang mengusung teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).

Meski secara tampilan keduanya nyaris identik, ada sejumlah perbedaan mendasar yang membuat karakter kedua SUV ini cukup berbeda.

Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah, mengatakan perbedaan utama kedua model memang terletak pada sistem penggeraknya.

Jetour, Jetour Sales Indonesia, Jetour T1, Jetour T1 Punya Dua Pilihan Mesin, Ini Perbedaan Tipe ICE dan PHEV

Ilustrasi Jetour T1 ICE

“Ada beberapa fitur yang berbeda tapi yang paling membedakan tentu saja dari powertrain ya,” ujar Moch Ranggy Radiansya, Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia di Tangerang (3/6/2026).

“T1 i-DM hadir dengan yang kita sebut PHEV karena hybrid, dan bisa listrik murni, dan juga bisa menggunakan kombinasi antara mesin bensin dan motor listrik,” kata dia.

Perbedaan teknologi tersebut juga tercermin dari harga jual keduanya. Jetour T1 dibanderol Rp 408 juta, sedangkan T1 i-DM dipasarkan Rp 558 juta. Untuk 1.000 konsumen pertama, Jetour memberikan harga spesial masing-masing Rp 388 juta dan Rp 538 juta.

Jetour, Jetour Sales Indonesia, Jetour T1, Jetour T1 Punya Dua Pilihan Mesin, Ini Perbedaan Tipe ICE dan PHEV

Ilustrasi Jetour T1 ICE

Sama dari Luar, Berbeda di Dalam Kabin

Dari sisi desain, sulit membedakan kedua model ini. Keduanya memiliki dimensi yang sama dengan panjang 4.705 mm, lebar 1.967 mm, tinggi 1.843 mm, dan wheelbase 2.800 mm.

Jetour juga menyematkan berbagai elemen desain identik seperti Horizon Light Bar Grille, lampu kabut dengan fungsi cornering light, hingga kaca Double-Layer Acoustic Glass yang mampu menolak sinar UV hingga 99 persen.

Perbedaan mulai terlihat pada sektor kaki-kaki. T1 ICE menggunakan pelek 18 inci dengan ban 235/65 R18, sedangkan T1 i-DM mendapat pelek 19 inci yang dibalut ban 235/60 R19 berteknologi Run Flat Tire (RFT).

Jetour, Jetour Sales Indonesia, Jetour T1, Jetour T1 Punya Dua Pilihan Mesin, Ini Perbedaan Tipe ICE dan PHEV

Ilustrasi Jetour T1 ICE

Masuk ke dalam kabin, T1 i-DM tampil lebih mewah. SUV hybrid ini dibekali layar infotainment 15,6 inci dengan prosesor Snapdragon 8155, audio Sony 9 speaker, ambient light 64 warna, panoramic skyroof, crystal gear knob, hingga fitur Passenger Power Leg Rest.

Sementara itu, T1 ICE tetap menawarkan fitur yang cukup lengkap seperti head unit 12,8 inci, audio 8 speaker, wireless charging 50 watt, jok kulit sintetis premium, dan ambient light satu warna.

Mesin Hybrid Jadi Pembeda Utama

Perbedaan terbesar tentu berada di balik kap mesin. Jetour T1 menggunakan mesin 1.500 cc turbo TGDI konvensional yang menghasilkan tenaga 170 PS atau sekitar 168 Tk dan torsi 270 Nm.

Tenaga tersebut disalurkan ke roda melalui transmisi otomatis kopling ganda 7-percepatan (7DCT).

Jetour, Jetour Sales Indonesia, Jetour T1, Jetour T1 Punya Dua Pilihan Mesin, Ini Perbedaan Tipe ICE dan PHEV

Ilustrasi Jetour T1 ICE

Di sisi lain, T1 i-DM mengandalkan mesin ACTECO 1.5 TGDI Dedicated Hybrid Engine yang memang dirancang khusus untuk kendaraan elektrifikasi. Mesin bensinnya menghasilkan tenaga 136 PS atau setara 134 Tk dan torsi 220 Nm.

Meski output mesin bensinnya lebih kecil, T1 i-DM mendapat tambahan motor listrik bertenaga 204 PS atau sekitar 202 Tk dengan torsi instan 310 Nm. Kombinasi tersebut membuat karakter berkendaranya jauh berbeda dibandingkan versi bensin murni.

Sistem hybrid ini didukung baterai Lithium Ferro Phosphate (LFP) berkapasitas 18,4 kWh yang telah mengantongi sertifikasi IP68.

Jetour, Jetour Sales Indonesia, Jetour T1, Jetour T1 Punya Dua Pilihan Mesin, Ini Perbedaan Tipe ICE dan PHEV

Ilustrasi Jetour T1 ICE

Baterainya juga mendukung pengisian cepat DC Fast Charging, sehingga pengisian daya dari 30 persen ke 80 persen hanya membutuhkan waktu sekitar 27 menit.

Keunggulan lainnya terletak pada efisiensi dan jarak tempuh. Jetour T1 i-DM mampu melaju hingga 100 kilometer dalam mode listrik murni berdasarkan standar WLTC.

Sementara dalam kondisi baterai dan tangki bahan bakar penuh, jarak tempuh kombinasi diklaim mencapai 1.200 kilometer.

Meski berbeda teknologi penggerak, kedua model tetap menawarkan paket keselamatan yang serupa.

Jetour, Jetour Sales Indonesia, Jetour T1, Jetour T1 Punya Dua Pilihan Mesin, Ini Perbedaan Tipe ICE dan PHEV

Ilustrasi Jetour T1 ICE

Jetour membekali T1 dan T1 i-DM dengan enam airbag, TPMS, ISOFIX, sistem pengereman lengkap, serta paket ADAS Level 2 yang mencakup Adaptive Cruise Control, Lane Keeping Assist, Blind Spot Detection, hingga kamera 540° Surround Vision.

Bagi konsumen yang mengutamakan harga lebih terjangkau dan penggunaan harian, T1 ICE sudah lebih dari cukup.

Namun bagi mereka yang sering melakukan perjalanan jauh dan menginginkan efisiensi bahan bakar lebih baik serta kemampuan berkendara listrik murni, T1 i-DM menjadi pilihan yang lebih menarik meski harus menebusnya dengan harga lebih tinggi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang