Iannone Tantang Stoner dan Rossi Balapan Harley-Davidson
Perkembangan teknologi pada motor MotoGP modern terus menuai pro dan kontra. Pada saat motor balap purwarupa tersebut semakin disesaki perangkat elektronik canggih dan peranti aerodinamika, mantan pebalap MotoGP, Andrea Iannone, justru menemukan keasyikan tersendiri di atas motor gede (moge) konvensional.
Meskipun motor MotoGP semakin canggih, Iannone justru menikmati kesederhanaan motor Harley-Davidson Road Glide berkapasitas 2.152 cc.
Pebalap asal Italia yang kini berkarier di ajang World Superbike (WSBK) tersebut mengungkapkan bahwa sensasi berkendara murni tanpa bantuan asisten elektronik memberikan kepuasan yang sudah lama hilang di lintasan balap modern.
“Ini kejuaraan yang indah. Sangat seru. Banyak selip, spin, dan wheelie. Motornya tidak dilengkapi apa-apa. Tidak ada sistem elektronik,” kata Iannone, dikutip dari Crash.net, Kamis (4/6/2026).
Sentilan untuk Regulasi Modern
Karakter motor yang liar dan menuntut kontrol penuh dari pebalap ini mengingatkan Iannone pada era keemasan MotoGP terdahulu. Isu mengenai intervensi teknologi yang terlalu dominan di MotoGP memang bukan barang baru.
Mantan rivalnya, Casey Stoner, tak pernah menyembunyikan ketidaksukaannya terhadap teknologi MotoGP yang semakin canggih, sehingga mendorong Iannone untuk mengajak pebalap Australia tersebut.
Iannone secara terbuka menantang Stoner untuk kembali mengenakan baju balap dan merasakan sensasi mekanikal dari motor cruiser asal Amerika Serikat tersebut.
“Saya pikir Casey bisa kembali dengan motor ini! Casey, maukah kamu kembali dengan motor ini?! Kita bisa tampil bersama sedikit, ayolah," ujar Iannone.
“Kita tidak punya elektronik, tidak ada winglet, tidak ada apa-apa… Casey, aku menunggumu!" ujarnya.
Wacana Balapan Legenda
Lebih lanjut, pebalap yang dijuluki The Maniac Joe ini memiliki angan-angan liar untuk mengumpulkan para rival lamanya dalam satu lintasan. Tidak tanggung-tanggung, nama legenda hidup Valentino Rossi pun turut diseret ke dalam idenya.
“Bersama Casey Stoner, kita bisa menggelar balapan legenda. Aku, Vale… Tapi menurutku ini hanya ide bodohku," ujarnya.
Meski menyadari bahwa mengumpulkan para mantan juara dunia untuk balapan dengan moge seberat ratusan kilogram adalah hal yang sulit terealisasi, Iannone tetap membuka harapan.
“Aku yakin jika kamu bicara dengan pebalap lain, tidak ada yang mau melakukannya. Tapi jangan pernah bilang tidak mungkin,” kata Iannone.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang