Kolagen Vs Hyaluronic Acid, Mana yang Lebih Penting Mencegah Penuaan Kulit?

aging tengah menjamur. Dalam kandungannya, kolagen dan hyaluronic acid tak jarang muncul sebagai hero ingredients dalam produk perawatan kulit yang menjanjikan efek tersebut.
Keduanya memang kerap dipromosikan sebagai bahan andalan untuk menjaga kulit tetap sehat, kenyal, dan tampak awet muda. Namun, jika harus memilih salah satu, mana yang sebenarnya lebih dibutuhkan kulit?
Simak penjelasan perbedaan peran kolagen dan hyaluronic acid berikut ini.
Perbedaan Hyaluronic Acid dan Kolagen
Melansir Vogue, dermatolog dr. Nora Jaafar dan dokter sekaligus pendiri The Bronte Clinic, dr. Fiona McCarthy, ternyata jawabannya bukan memilih salah satu. Kolagen dan hyaluronic acid justru memiliki fungsi yang berbeda dan saling melengkapi.
"Fungsinya berbeda, jadi sebenarnya ini bukan kompetisi," jelas dr. Nora kepada Vogue.
Ia menjabarkan bahwa kolagen dan hyaluronic acid bekerja pada dua aspek yang jelas berbeda dalam proses penuaan kulit.
Jika kolagen berperan menjaga struktur kulit, maka hyaluronic acid bertugas mempertahankan hidrasi yang membuat kulit terlihat segar dan kenyal.
Kolagen sebagai penjaga struktur kulit
Kolagen merupakan protein yang secara alami terdapat dalam tubuh dan menjadi komponen utama yang membantu menjaga kekencangan serta elastisitas kulit.
"Kolagen membentuk kerangka struktural kulit yang membantu menjaga kekencangan, elastisitas, dan dukungan jaringan," jelas dr. Nora.
Dengan peran yang krusial tersebut, sayangnya produksi kolagen mulai menurun sejak pertengahan usia 20-an. Bahkan, menurut dr. Fiona, penurunan tersebut dapat berlangsung lebih cepat saat memasuki masa perimenopause karena berkurangnya hormon estrogen.
Akibatnya, kulit mulai kehilangan kekencangan, garis halus dan kerutan menjadi lebih terlihat, serta kontur wajah tampak kurang tegas dibanding sebelumnya.
Oleh karena itu, kolagen lebih sering dikaitkan dengan upaya menjaga struktur kulit dalam jangka panjang.
Hyaluronic acid berfokus pada hidrasi
Sementara itu, hyaluronic acid atau asam hialuronat dikenal luas sebagai bahan yang berhubungan dengan kelembapan kulit.
Secara alami, zat ini memang sudah terdapat di dalam kulit dan memiliki kemampuan mengikat air dalam jumlah besar. Sebagai humektan, hyaluronic acid bekerja layaknya spons yang menarik sekaligus menahan air.
"Asam hialuronat merupakan humektan yang menarik dan menahan air sehingga kulit tampak lebih terhidrasi, halus, dan kenyal," papar dr. Nora.
Seiring bertambahnya usia, kadar hyaluronic acid alami juga ikut berkurang. Menurut dr. Fiona kondisi tersebut membuat kulit terlihat lebih kusam, tipis, dan garis-garis halus tampak semakin jelas.
Karena bekerja dengan meningkatkan kadar air di lapisan kulit, efek hyaluronic acid biasanya lebih cepat terlihat dibanding kolagen. Kulit dapat tampak lebih plumpy, lembap, dan segar hanya dalam waktu singkat setelah pemakaian.
Mana yang lebih penting?
Jika melihat cara kerjanya, kolagen dan hyaluronic acid sebenarnya tidak saling menggantikan.
Kolagen berperan sebagai fondasi yang menjaga kekuatan dan struktur kulit, sedangkan hyaluronic acid membantu menjaga hidrasi agar kulit tampak sehat dari luar.
Dr. Nora menjelaskan bahwa kehilangan kolagen merupakan salah satu faktor biologis utama yang memicu penuaan kulit. Di sisi lain, berkurangnya hyaluronic acid menjadi salah satu penyebab visual yang membuat tanda-tanda penuaan lebih cepat terlihat.
Jadi, keduanya justru sering digunakan bersamaan dalam rutinitas perawatan kulit.
Bahkan, dr. Nora menilai kombinasi keduanya merupakan pendekatan yang lebih ideal dibanding hanya mengandalkan salah satu bahan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang