Memperbaiki Wajah yang Kendur dengan Suntikan Kolagen Stimulator
Sejalan dengan pergeseran menuju healthy aging dan hasil yang natural, tren terbaru yang kini menjadi pusat perhatian di industri estetika global adalah penggunaan kolagen stimulator (collagen biostimulator).
Berbeda dengan filler konvensional yang memberikan volume instan, kolagen stimulator bekerja dengan cara yang lebih cerdas dan alami, yaitu merangsang tubuh untuk memproduksi kolagennya sendiri secara bertahap.
Dijelaskan oleh dr. Charles Kurniawan, Dipl. AAAM, di pasaran ada beberapa jenis kolagen stimulator. Untuk mengatasi wajah yang mulai kendur atau turun seiring dengan usia, ia merekomendasikan kolagen stimulator yang bekerja memperbaiki struktur wajah, salah satunya Ellansé.
"Ellansé itu kandungannya adalah collagen stimulator. Artinya dia menstimulasi kolagennya sendiri, sehingga wajah kencang tanpa mengubah wajah," kata dr.Charles di acara konferensi pers ulang tahun kedua kemitraan Sinclair dan Landson Indonesia bertajuk “The Legend of Immortal Beauty” di Jakarta (10/6/2026).
Founder Golden Clinic Yogyakarta itu menambahkan, penuaan kulit terjadi pada semua lapisan kulit.
Pada lapisan atas (dermis) dapat terjadi penurunan kualitas kulit seperti pori-pori membesar atau flek hitam. Ada pula penuaan yang terjadi di lapisan kulit lebih dalam atau struktur.
"Penuaan kulit berikutnya terjadi pada struktur wajah yang mulai kendur. Untuk mengatasi penuaan harus dikombinasikan antara perbaikan kualitas kulit dan strukturnya, ini yang membuat beauty inside out," tutur dr.Charles.
Ditambahkan oleh dokter estetika asal Malaysia, Dr. Sheau Jye Teh, kolagen stimulator seperti Ellansé bekerja untuk memulihkan fondasi wajah yang kendur. Ibarat membangun rumah, kolagen stimulator adalah memperkuat fondasinya.
Ellansé berbasis Polycaprolactone (PCL) yang memiliki kemampuan ganda: memberikan efek pengisian volume (filler) secara instan sekaligus merangsang produksi kolagen tubuh dalam jangka panjang.
"Jadi tidak sekadar dirancang untuk mengisi kerutan atau menambah volume, tetapi melalui sifat stimulasi kolagennya dengan menggunakan teknologi PCL dan CMC, Ellansé akan membantu membangun kembali dan mempertahankan struktur wajah yang mendasarinya. Jadi lifting," kata Dr.Sheau di acara yang sama.
Dari kiri ke kanan: Head of Sinclair Asia Pacific, Ada Chu,Dr. Sheau Jye Teh, PresDir Landson Indonesia, Fera Damayanti, dan Face of Ellansé 2026 dr. Charles Kurniawan, Dipl. AAAM, saat Press Conference 2nd Sinclair Anniversary (10/6/2026).
Bukan menggantikan filler
Preferensi akan prosedur anti-aging minimal invasif yang memberikan hasil tahan lama dan tampak alami, mendorong kepopuleran suntikan kolagen stimulator di dunia.
sama disuntikkan, tetapi menurut Dr.Sheau kolagen stimulator dan filler adalah dua hal yang berbeda.
"Kandungan PCL dan CMC dalam Ellansé tidak hanya menambah volume secara instan, tapi juga akan merangsang kolagen secara bertahap dan berkelanjutan," katanya.
Menurut President Director Landson Indonesia, Fera Damayanti, baik kolagen stimulator atau pun filler memiliki fungsi masing-masing dan tidak untuk saling menggantikan.
"Sebagai contoh ada area-area di wajah yang hanya bisa diisi sama filler misalnya, bibir. Atau jika ingin memberi efek lifting tanpa menambah volume terlalu banyak, bisa digunakan kolagen stimulator," paparnya.
Perbedaan mendasar lainnya antara filler dan kolagen stimulatero terletak pada waktu kemunculan hasil.
Jika filler HA memberikan hasil instan pada hari pertama, kolagen stimulator membutuhkan waktu 6-8 minggu untuk mulai menunjukkan hasil, dengan perbaikan berkelanjutan hingga 4-6 bulan. Namun, hasilnya bertahan jauh lebih lama.
"Hasilnya bisa bertahan 1,5 sampai 2 tahun," kata dr.Charles.
Fera mengatakan, konsumen di Indonesia semakin cerdas dan selektif dalam memilih perawatan wajah. Suntikan kolagen stimulator sebagai bagian dari regenerative aesthetics menjadi pilihan karena mampu memberikan hasil yang natural dan berkelanjutan.
“Kami percaya masa depan estetika tidak lagi hanya berbicara tentang koreksi sementara, tetapi bagaimana mendukung kemampuan alami tubuh untuk beregenerasi," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang