Bebas Visa Thailand Diperpendek, Bagaimana Nasib Turis Asing Selanjutnya?
Skema bebas visa Thailand akan dipangkas dari yang sebelumnya 60 hari demi menekan angka kriminalitas. Kebijakan ini memengaruhi nasib wisatawan asing di negara tersebut.
Salah satu yang terdampak adalah Alex Brady, wisatawan asal Irlandia berusia 24 tahun. Sebab, ia dan teman-temannya datang ke Negeri Gajah Putih tanpa rencana dan ingin berlibur selama lima minggu.
"Kalau Anda sudah mengeluarkan uang untuk tiket pesawat yang mahal ke sini, tentu Anda ingin menghabiskan cukup banyak waktu di sini," kata Brady, dikutip dari AFP, Sabtu (23/5/2026).
Brady merasa skema bebas visa 60 hari membuat liburannya cukup fleksibel karena bisa menjelajahi negara tersebut dengan lebih santai.
Pembatasan lama tinggal tersebut, lanjut dia, akan mengikat ruang gerak wisatawan. Mereka tak lagi bisa berjalan-jalan dengan lebih leluasa.
Lama tinggal bebas visa Thailand dipangkas
Buntut dari kasus kriminal dari warga negara asing
Masa tinggal bebas visa Thailand akan dipangkas untuk menekan angka kriminalitas. Bagaimana persiapan wisatawan asing terkait kebijakan itu?
Sektor pariwisata menyumbang lebih dari 10 persen produk domestik bruto (PDB) Thailand. Namun, jumlah kunjungan wisatawan asing belum kembali normal usai pandemi Covid-19.
Skema bebas visa 60 hari sebenarnya dibuat dua tahun lalu, dengan tujuan menggaet lebih banyak wisatawan untuk datang dan tinggal lebih lama.
Namun, belakangan ini terjadi banyak kasus penangkapan warga negara asing. Kasusnya pun bervariasi, dari narkoba, tindakan asusila di tempat umum, hingga bisnis ilegal berupa hotel tanpa izin resmi.
Akibatnya, Pemerintah Thailand berencana memangkas lama tinggal wisatawan asing berdasarkan negara asal masing-masing.
Adapun rincian skema baru ini belum dijelaskan lebih jauh, bahkan tanggal pastinya pun belum diumumkan ke publik.
Kendati demikian, wisatawan asing disebut masih bisa memperpanjang visa 30 hari sebanyak satu kali, yang mana bisa memberikan tambahan waktu selama 30 hari lagi.
Namun, keputusan tersebut tetap berada di tangan petugas imigrasi. Setelah masa perpanjangan habis, wisatawan asing harus keluar dari Thailand.
Wisatawan asing juga bisa melakukan sistem visa run satu kali dalam setahun yang disebut bisa menambah masa tinggal sampai 60 hari lagi.
Namun, setelahnya, wisatawan asing harus pergi lagi. Mereka hanya bisa kembali ke Thailand dengan status visa yang berbeda, misalnya menggunakan visa kerja, visa pendidikan, atau visa pensiun.
Ilustrasi MRT di Bangkok, Thailand. Masa tinggal bebas visa Thailand akan dipangkas untuk menekan angka kriminalitas. Bagaimana persiapan wisatawan asing terkait kebijakan itu?
Salah seorang wisatawan asing di Bangkok, Anna Heindrich, sudah berada di Thailand selama tiga bulan dan ingin menambah durasi hingga dua minggu lagi.
Perempuan 80 tahun asal Jerman tersebut termasuk pelanggan Bangkok Buddy, agen perjalanan di Bangkok, Thailand, yang mengenakan biaya 5.500 baht (sekitar Rp 2,97 juta) per orang.
"Saya sudah berbicara dengan agen tersebut dan kedengarannya mudah di atas kertas. Mungkin tidak terlalu nyaman, tapi mudah," tutur Heindrich.
Sementara itu, Manajer Bangkok Buddy, Tanya Chansuwan menyampaikan, aturan bebas visa yang baru ini bisa membantu bisnisnya. Namun, di sisi lain, aturan tersebut juga bisa menyulitkan rencana perjalanan wisatawan asing.
"Ini akan lebih sulit bagi para klien, dan beberapa di antaranya mungkin memilih untuk pindah ke tempat lain. Vietnam, karena harganya lebih murah," ucap Chansuwan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang