Disinggung Prabowo Soal Mobil Dinas Rp 8,5 M, Gubernur Kaltim Minta Maaf
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud angkat bicara usai disinggung presiden Prabowo Subianto terkait dengan pengadaan mobil dinas senilai Rp 8,5 miliar di tengah dorongan efisiensi anggaran. Dia mengapresiasi teguran terbuka dari kepala negara tersebut.
“Berkaitan dengan statement bapak Presiden tentunya mengingatkan kepada semua kepala daerah di seluruh Indonesia bahwa efisensi sangat menjadi penting,” kata dia saat ditemui usai pelaskanaan solat Idul Fitri akhir pekan kemarin.
Rudy Mas’ud juga mengungkap bahwa mobil dinas merek Range Rover tersebut sudah dikembalikan sejak awal Maret 2026 lalu lengkap dengan administrasinya. Di momen itu juga, Rudy menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi terkait pengadaan mobil dinas tersebut.
“Alhamdulillah tanggal 2 Maret sebenarnya kami sudah mengembalikan mobil ini dan administrasinya sudah selesai di tanggal 11 Maret. Kalau sekarang udah tanggal 21, minta izin mohon maaf maaf lahir batin,” kata dia.
Rudy juga menyebut nantinya anggaran dari mobil dinas yang telah dikembalikan itu dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan yang lebih prioritas, seperti pelayanan dasar masyarakat.
“Semuanya sudah kita kembalikan kepada pemerintah, kita kembalikan ke kas daerah. Mudah-mudahan lebih bisa bermanfaat untuk kegiatan Pembangunan yang sifatnya adalah standar pelayanan minimum mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, termasuk juga dengan kegiatan-kegiatan sosial,” kata dia.
Rudy juga kembali meminta maaf kepada masyarakat Kalimantan Timur dan masyarakat Indonesia terkait polemik pengadaan mobil dinas yang sempat disorot beberapa waktu lalu. Ia menegaskan terbuka terhadap kritik dan siap dikawal dalam pengambilan kebijakan ke depan.
“Jadi sekali lagi seluruh masyarakat Kalimatan Timur, masyarakat Indonesia kami mohon maaf kalau ada yang kurang berkenan. Kami sangat mendengarkan seluruh kritik, saran, kami sangat menerima kritik dan saran itu. Sekali lagi kepada seluruh masyarajat Kalimantan Timur tolong kami untuk dikawal agar kita bersama-sama membangun Kalimantan Timur. Kalau ada yang kurang berkenan kami mohon dimaafkan, tapi kami dibantu dengan doa agar kita semuanya sehat wal afiat, kuat agar bisa menjalankan amanat,” kata dia.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti penggunaan anggaran di tingkat daerah yang belum sepenuhnya produktif, seraya menyinggung adanya pembelian mobil dinas kepala daerah dengan nilai fantastis mencapai Rp8 miliar.
Menurut Prabowo, masih banyak kebutuhan dasar masyarakat yang belum terpenuhi, seperti pembangunan jembatan desa, namun anggaran daerah justru digunakan untuk hal-hal yang tidak menjadi prioritas.
Presiden mengatakan pola belanja daerah saat ini masih belum efisien, termasuk dalam penggunaan anggaran untuk fasilitas pejabat. "Banyak pejabat itu, menurut saya, ini tidak efisien. Anda lihat sendiri. Kita buka-bukaan ya. Ada kabupaten, eh pemerintah daerah, dia beli mobil dinas gubernur berapa? Rp8 miliar,” kata Prabowo.
Sebagai perbandingan, Prabowo menegaskan dirinya menggunakan kendaraan dinas buatan dalam negeri dengan harga jauh lebih rendah.
"Saya Presiden Indonesia. Saya pakai mobil Maung buatan Indonesia. Harganya Rp700 juta itu. Mungkin karena ini Presiden, ada antipeluru, mungkin jadi Rp1 miliar. Tapi, tidak sampai Rp8 miliar. Kita selidiki semua, efisiensi," kata Presiden.
Kepala Negara juga menekankan pentingnya kesadaran dan tanggung jawab kepala daerah dalam mengelola anggaran publik, terutama agar benar-benar digunakan untuk kepentingan rakyat.
"Habis itu kunjungan kerja-kunjungan kerja, sudahlah itu yang kita minta. Kesadaran, rasa tanggung jawab, iya kan?" ujar Presiden.