Nostalgia AC Milan Juara Liga Champions, Balas Dendam Keajaiban Istanbul

AC Milan, Liverpool, Liga Champions, Filippo Inzaghi, Andrea Pirlo, Pepe Reina, Nostalgia AC Milan Juara Liga Champions, Balas Dendam Keajaiban Istanbul

Tuhan itu adil. Begitulah penjelasan paling ringkas mengenai keberhasilan AC Milan menjuarai Liga Champions 2006-2007, tepat 19 tahun lalu.

AC Milan menekuk Liverpool dengan skor tipis 2-1 dalam partai puncak yang berlangsung di Stadion Olympic Athens, 23 Mei 2007.

Sekitar dua tahun sebelumnya, AC Milan mengalami kegagalan paling menyesakkan sepanjang sejarah. 

Klub berjulukan I Rossoneri alias Si Merah-Hitam ini dipaksa mengaku kalah dari Liverpool kendati sempat memimpin tiga gol tanpa balas hingga awal babak kedua.

Pertandingan yang belakangan dikenal dengan sebutan Keajaiban Istanbul itu berakhir dengan kemenangan kubu lawan. 

Liverpool mengejar dan menyamakan skor jadi 3-3 di babak kedua, memaksakan babak adu penalti, kemudian menang 3-2 dan merampas gelar juara Liga Champions.

Terdapat sebuah gurauan bahwa AC Milan gagal waktu itu karena tak ada nama Filippo Inzaghi di dalam sususan pemain. 

Posisi striker edisi final Liga Champions 2004-2005 memang ditempati Hernan Crespo, Andriy Shevchenko, dan Jon Dahl Tomasson.

Inzaghi ibarat pengundang Dewi Fortuna, terutama ketika harus kembali bersua Liverpool di final Liga Champions. 

Pippo Inzaghi Bawa Hoki

Bayang-bayang Keajaiban Istanbul barangkali masih menghantui sebagian pemain AC Milan, tapi langsung sirna begitu Superpippo membuka keunggulan tim pada menit ke-44.

Prosesnya lumayan unik karena Pippo Inzaghi seperti membelokkan laju bola tendangan bebas Andrea Pirlo secara tidak sengaja memakai bahu. 

Kiper Liverpool, Pepe Reina, pun dibuat tak berdaya lantaran sudah kadung bergerak ke arah berlawanan.

Belakangan diketahui bahwa gol unik itu sudah direncanakan karena sering diterapkan Pirlo dan Inzaghi saat latihan. 

Acungan jempol perlu ditujukan kepada Superpippo yang mampu menempatkan posisi secara sempurna di sekitar pagar betis Liverpool.

AC Milan, Liverpool, Liga Champions, Filippo Inzaghi, Andrea Pirlo, Pepe Reina, Nostalgia AC Milan Juara Liga Champions, Balas Dendam Keajaiban Istanbul

Selebrasi striker AC Milan, Filippo Inzaghi, dalam pertandingan Liga Italia melawan Reggina, 12 Februari 2006.

Menjelang akhir laga, Pippo Inzaghi lagi-lagi menggetarkan gawang Reina untuk menggandakan keungggulan AC Milan. 

Kali ini striker maut berpostur kerempeng tersebut memamerkan teknik langka yang tidak bisa dikuasai oleh sembarang pemain, yakni melepaskan diri dari jebakan offside lawan.

Tayangan ulang televisi yang diputar agak lambat memperlihatkan betapa cerdiknya seorang Inzaghi. 

Dia bergerak diagonal lalu berlari menyongsong operan terobosan Ricardo Kaka meninggalkan bek-bek Liverpool yang telanjur menerapkan jebakan offside.

Antitesis Keajaiban Istanbul

Selanjutnya, Inzaghi tinggal melakukan gerak tipu dan mengecoh Pepe Reina dalam duel satu lawan satu. 

Sepakan ringannya meluncur mulus menuju gawang Liverpool yang sudah kosong-melompong, sehingga keunggulan AC Milan bertambah.

"Saya selalu memimpikan bisa mencetak dua gol di final Liga Champions sejak kanak-kanak," kata Inzaghi di situs Liga Champions.

"Hal itu telah terwujud dan saya akan selalu mengenang gol-gol tersebut seumur hidup saya," imbuhnya.

Liverpool sempat menipiskan skor melalui tandukan Dirk Kuyt memanfaatkan kemelut yang tercipta dalam situasi sepak pojok pada menit ke-89.

Namun, Keajaiban Istanbul urung terulang karena sisa waktu terlalu minim. Perihnya luka AC Milan lantas terobati. 

Klub asal Kota Mode ini menyamai pencapaian Real Madrid yang mampu memenangi tiga gelar sejak Liga Champions menggunakan format baru pada 1992.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang