Jadwal Penutupan Pelabuhan Gilimanuk dan Ketapang Saat Nyepi 2026, Catat Jam Operasionalnya

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengumumkan penutupan sementara operasional penyeberangan lintas Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk pada 18-20 Maret 2026. Langkah ini dilakukan untuk menghormati pelaksanaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948.
Penutupan ini menjadi tantangan tersendiri karena bertepatan dengan momentum arus mudik Idul Fitri 2026. Puncak arus mudik sendiri diprediksi akan terjadi pada 17-18 Maret 2026, tepat sebelum layanan penyeberangan dihentikan sementara.
Executive Director Regional III ASDP, Lutfi Pratama Adi Subarkah, menjelaskan bahwa pada hari H pelaksanaan Nyepi, seluruh aktivitas di selat Bali akan berhenti total.
"Operasional pada 19 Maret 2026 dipastikan tutup total tanpa aktivitas penyeberangan. Sementara pada 18 Maret 2026, layanan masih bersifat kondisional," ujar Lutfi, Kamis (26/2/2026).
Jadwal Penutupan Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk
Berdasarkan informasi resmi dari Instagram ASDP Ketapang, berikut adalah jadwal detail penghentian layanan penyeberangan:
- Pelabuhan Ketapang (Banyuwangi): Ditutup mulai Rabu, 18 Maret 2026 pukul 17.00 WIB hingga Jumat, 20 Maret 2026 pukul 06.00 WIB.
- Pelabuhan Gilimanuk (Bali): Ditutup mulai Kamis, 19 Maret 2026 pukul 05.00 WITA hingga Jumat, 20 Maret 2026 pukul 06.00 WITA.
Antisipasi Penumpukan dengan Delaying System
Pihak ASDP fokus untuk menyelesaikan antrean kendaraan yang sudah masuk ke dalam sistem, terutama dari arah Bali (Gilimanuk), sebelum akses benar-benar ditutup. Guna mengantisipasi kemacetan panjang akibat volume kendaraan mudik Lebaran 2026, sejumlah titik delaying system dan buffer zone telah disiapkan.
Lutfi menerangkan, titik buffer zone di Pelabuhan Ketapang meliputi:
- Grand Watudodol
- Terminal Sritanjung
- Bulusan
- Jalur Lingkar
Sementara itu, untuk arah sebaliknya di Pelabuhan Gilimanuk, skema delaying system akan ditempatkan di:
- UPPKB Cekik
- Terminal Kargo
- Terminal Bus Gilimanuk
Sistem penahanan kendaraan ini diterapkan secara ketat agar tidak terjadi penumpukan di area pelabuhan saat gerbang ditutup. Masyarakat, khususnya operator angkutan barang dan logistik, diminta untuk merencanakan perjalanan lebih awal.
"Kami mengimbau pengguna jasa penyeberangan agar menyesuaikan jadwal perjalanan dan menghindari keberangkatan pada 19 Maret 2026 karena tidak ada layanan yang beroperasi," tegas Lutfi.
Layanan penyeberangan lintas Jawa-Bali dijadwalkan akan kembali normal secara bertahap pada Jumat, 20 Maret 2026 mulai pukul 06.00 WIB/WITA.
Sebagian Artikel Telah Tayang di Kompas.com dengan Judul
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang