Mengapa Waktu Lailatul Qadar Dirahasiakan? Simak 3 Hikmah Besar di Baliknya

Lailatul Qadar menjadi anugerah terbesar bagi umat Islam di bulan suci Ramadhan. Malam ini memiliki keutamaan yang sangat agung, bahkan Al-Qur'an menyebutnya sebagai malam yang lebih baik daripada seribu bulan.
Artinya, setiap ibadah yang dilakukan pada malam tersebut memiliki nilai pahala yang luar biasa besar dibandingkan waktu-waktu lainnya. Namun, satu hal yang selalu menjadi teka-teki adalah waktu pasti kedatangannya.
Allah SWT tidak memberitahukan secara gamblang kapan malam Lailatul Qadar terjadi. Lantas, mengapa waktu istimewa ini dirahasiakan?
Petunjuk dari Rasulullah SAW
Dikutip dari MUI.or.id, Rasulullah SAW hanya memberikan isyarat bahwa malam kemuliaan itu berada pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, khususnya pada malam-malam ganjil. Hal ini sebagaimana terekam dalam hadis dari Sayyidah Aisyah radhiyallahu ‘anha:
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ أَحْيَا اللَّيْلَ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ وَجَدَّ وَشَدَّ الْمِئْزَرَ
Artinya: “Dari Sayyidah Aisyah radhiyallahu ‘anha: Ketika Rasulullah SAW memasuki sepuluh terakhir Ramadhan, maka beliau menghidupkan malam-malamnya (dengan qiyamullail) dan membangunkan keluarganya serta mengencangkan ikatan kainnya (menjauhi istrinya untuk lebih konsentrasi beribadah).” (HR Bukhari dan Muslim).
Imam an-Nawawi (wafat 676 H) dalam kitab Syarh an-Nawawi ‘ala Muslim menjelaskan bahwa hadis ini menjadi landasan kuat untuk memperbanyak ketaatan di akhir bulan puasa.
فَفِي هَذَا الْحَدِيثِ أَنَّهُ يُسْتَحَبُّ أَنْ يُزَادَ مِنَ الْعِبَادَاتِ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ وَاسْتِحْبَابُ إِحْيَاءِ لَيَالِيهِ بِالْعِبَادَاتِ
“Dalam hadis ini terdapat keterangan bahwa disunnahkan untuk memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, dan dianjurkan menghidupkan malam-malamnya dengan berbagai bentuk ibadah.”
Hikmah di Balik Rahasia Lailatul Qadar
Para ulama mengungkapkan bahwa ada hikmah mendalam mengapa Allah merahasiakan waktu pastinya. Berikut adalah beberapa alasan utamanya:
1. Mendorong Kesungguhan Beribadah
Imam Ibn Qudamah al-Maqdisi (wafat 620 H) menjelaskan dalam kitab Al-Mughni bahwa kerahasiaan ini bertujuan agar hamba-Nya bersungguh-sungguh mencari sepanjang waktu, mirip dengan dirahasiakannya waktu mustajab di hari Jumat.
وَقِيلَ: أَخْفَى اللَّهُ تَعَالَى هَذِهِ السَّاعَةَ لِيَجْتَهِدَ عِبَادُهُ فِي دُعَائِهِ فِي جَمِيعِ الْيَوْمِ طَلَبًا لَهَا، كَمَا أَخْفَى لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي لَيَالِي رَمَضَانَ
“Ada pula pendapat yang mengatakan bahwa Allah Ta’ala menyembunyikan (waktu mustajab di hari Jumat) agar para hamba-Nya bersungguh-sungguh berdoa sepanjang hari untuk mencarinya, sebagaimana Allah menyembunyikan malam Lailatul Qadar di antara malam-malam bulan Ramadhan.”
2. Agar Ibadah Tidak Terfokus pada Satu Malam
Senada dengan itu, Syekh Ibn Hajar al-Asqalani (wafat 852 H) dalam Fath al-Bari menegaskan bahwa jika tanggalnya diketahui, manusia cenderung akan bermalas-malasan di malam lainnya.
قَالَ الْعُلَمَاءُ: الْحِكْمَةُ فِي إِخْفَاءِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ لِيَحْصُلَ الِاجْتِهَادُ فِي الْتِمَاسِهَا، بِخِلَافِ مَا لَوْ عُيِّنَتْ لَهَا لَيْلَةٌ لَاقْتُصِرَ عَلَيْهَا
“Para ulama berkata: hikmah disembunyikannya malam Lailatul Qadar adalah agar manusia bersungguh-sungguh dalam mencarinya. Berbeda halnya jika malam tersebut ditentukan secara pasti, maka orang-orang akan mencukupkan diri hanya pada malam itu saja.”
3. Bentuk Kasih Sayang Allah
Syekh Dr. Wahbah az-Zuhaili (wafat 1436 H) dalam At-Tafsir al-Munir memberikan sudut pandang menarik. Menurutnya, kerahasiaan ini serupa dengan disembunyikannya waktu kematian dan hari kiamat sebagai bentuk pendidikan spiritual dan kasih sayang.
الْحِكْمَةُ فِي إِخْفَاءِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ كَالْحِكْمَةِ فِي إِخْفَاءِ وَقْتِ الْوَفَاةِ وَيَوْمِ الْقِيَامَةِ، حَتَّى يَرْغَبَ الْمُكَلَّفُ فِي الطَّاعَاتِ، وَيَزِيدَ فِي الِاجْتِهَادِ
“Hikmah disembunyikannya malam Lailatul Qadar sama seperti hikmah disembunyikannya waktu kematian dan hari kiamat, yakni agar seorang mukallaf terdorong untuk memperbanyak ketaatan, meningkatkan kesungguhan dalam beribadah, tidak lalai, tidak malas, dan tidak bersandar (berpuas diri).”
Beliau juga menambahkan bahwa ini adalah perlindungan bagi manusia. Jika seseorang mengetahui waktu pastinya namun tetap nekat melakukan maksiat, maka dosanya akan jauh lebih berat karena dilakukan secara sengaja di waktu yang sangat mulia.
Dirahasiakannya Lailatul Qadar adalah cara Allah mendidik umat Islam agar konsisten dalam kebaikan. Umat Islam diajak untuk tidak hanya berburu pahala di satu malam, tetapi menghidupkan seluruh malam di sepuluh hari terakhir Ramadhan dengan harapan meraih ampunan dan rahmat-Nya.
Sesuai pesan Rasulullah SAW, setiap malam di penghujung Ramadhan adalah peluang emas bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang