Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar: Simak Perbedaan dan Sejarah Turunnya Al Quran

Lailatul Qadar, Nuzulul Quran, Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar: Simak Perbedaan dan Sejarah Turunnya Al Quran

Setiap memasuki bulan suci Ramadhan, umat Islam kerap memperingati dua momentum besar yang berkaitan erat dengan kitab suci, yakni Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar.

Meski keduanya sama-sama merujuk pada peristiwa turunnya Al Quran, banyak masyarakat yang masih mempertanyakan perbedaan mendasar di antara keduanya.

Lantas, kapan sebenarnya Al Quran diturunkan?

Apakah pada malam Lailatul Qadar di sepuluh hari terakhir Ramadhan, atau pada 17 Ramadhan yang secara populer diperingati sebagai malam Nuzulul Quran?

Dasar Hukum Al Quran Turun di Bulan Ramadhan

Dilansir dari laman resmi Muhammadiyah, Al Quran secara tegas menyatakan bahwa bulan Ramadhan adalah waktu terpilihnya wahyu diturunkan kepada umat manusia.

Hal ini termaktub dalam Surah Al-Baqarah ayat 185:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

"Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang benar dan yang batil)." (QS. Al-Baqarah: 185).

Selain itu, dalam Surah Al-Qadr ayat 1, Allah SWT berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan."

Penegasan serupa juga ditemukan dalam Surah Ad-Dukhan ayat 3 yang menyebutkan malam tersebut sebagai "malam yang diberkahi" (lailatin mubarokah):

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ

"Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi. Sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan."

Dua Tahap Penurunan Al Quran

Lailatul Qadar, Nuzulul Quran, Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar: Simak Perbedaan dan Sejarah Turunnya Al Quran

Simak penjelasan lengkap perbedaan dari Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar yang jatuh di bulan Ramadhan.

Untuk menjawab perbedaan waktu tersebut, para ulama tafsir menjelaskan bahwa proses Nuzulul Quran atau turunnya Al Quran terjadi dalam dua tahap utama:

1. Tahap Pertama: Dari Lauhul Mahfuz ke Langit Dunia

Pada tahap ini, Al Quran diturunkan secara utuh dan sekaligus (jumlatan wahidah) dari Al-Lauh Al-Mahfuz ke langit dunia (sama’ ad-dunya), tepatnya ke Baitul ‘Izzah. Peristiwa besar inilah yang terjadi pada malam Lailatul Qadar.

2. Tahap Kedua: Dari Langit Dunia kepada Nabi Muhammad SAW

Tahap kedua adalah penurunan wahyu secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril selama kurang lebih 23 tahun. Wahyu pertama yang menandai dimulainya tahap ini adalah lima ayat pertama Surah Al-Alaq saat Nabi berkhalwat di Gua Hira:

اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ

Peristiwa di Gua Hira inilah yang secara populer diperingati sebagai Nuzulul Quran pada tanggal 17 Ramadhan.

Hal ini juga dikaitkan dengan istilah "Yaumul Furqan" atau hari bertemunya dua pasukan (Perang Badar) yang disinggung dalam QS. Al-Anfal ayat 41.

Penjelasan Ibnu Abbas Mengenai Perbedaan Waktu

Muncul pertanyaan, mengapa Al Quran disebut turun di bulan Ramadhan padahal kenyataannya wahyu juga turun di bulan-bulan lain seperti Syawal atau Dzulhijjah selama 23 tahun?

Persoalan ini dijawab secara tuntas oleh sahabat Nabi, Ibnu Abbas r.a., sebagaimana dinukil oleh Al-Qurthubi dari Muqatil bin Hayyan:

وقد نقل القرطبي عن مقاتل بن حيان حكاية الإجماع على نزول القرآن جملة واحدة من اللوح المحفوظ إلى بيت العزة في السماء الدنيا ، ونفى ابن عباس التعارض بين الآيات الثلاث في نزول القرآن والواقع العملي في حياة الرسول ﷺ بنزول القرآن في ثلاث وعشرين سنة بغير شهر رمضان : عن ابن عباس : « أنه سأله عطية بن الأسود فقال : أوقع في قلبي الشك قوله تعالى : ﴿ شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ ﴾ ، وقوله : ﴿ إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ ﴾ ، وهذا أنزل في شوّال ، وفي ذي القعدة ، وفي ذي الحجة ، وفي المحرم ، وصفر وشهر ربيع ، فقال ابن عباس : إنه أنزل في رمضان في ليلة القدر جملة واحدة ثم أنزل على مواقع النجوم رسلاً في الشهور والأيام »

Ibnu Abbas menjelaskan bahwa tidak ada pertentangan.

Al Quran diturunkan ke langit dunia secara sekaligus pada malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan.

Setelah itu, barulah diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW sesuai dengan peristiwa dan kebutuhan umat manusia selama puluhan tahun.

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa:

  • Lailatul Qadar adalah momentum turunnya Al Quran tahap pertama secara utuh ke langit dunia.
  • Nuzulul Quran merujuk pada awal turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW di dunia, yang menandai awal sejarah kerasulan beliau.

Keduanya merupakan malam yang agung dan terjadi di bulan Ramadhan, membawa keberkahan dan perubahan besar bagi peradaban manusia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang