Toyota Masih Pede Dominasi Pasar Mobil Baru Indonesia
Pasar mobil baru di Indonesia pada 2025 memang sempat lesu. Namun tidak menghalangi Toyota Astra Motor (TAM) meraih hasil apik.
Jenama asal Jepang tersebut mampu mempertahankan dominasinya di Tanah Air sepanjang tahun lalu.
Toyota membukukan pangsa pasar 31,2 persen sepanjang 2025, dengan distribusi dari pabrik ke diler (wholesales) melampaui 250 ribu unit.
“Artinya satu dari tiga mobil di Indonesia pada 2025 masih Toyota,” ujar Jap Ernando Demily, Direktur Marketing TAM di Jakarta beberapa waktu lalu.

Berangkat dari capaian di atas, Toyota kembali mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar otomotif nasional.
Di sisi lain, tidak hanya di dalam negeri saja Toyota berhasil membukukan pencapaian positif pada tahun lalu.
Hal serupa turut terjadi untuk pasar ekspor. Sejak 1987 hingga 2025 mereka telah mengapalkan 3.151.000 unit ke sekitar 100 negara.
Kemudian Toyota juga mulai memasuki tahap baru dengan ekspor mobil hybrid maupun listrik, sekaligus meningkatkan lokalisasi komponen untuk teknologi tersebut.
Tahap berikutnya adalah pengembangan manufaktur lokal, tidak hanya merakit kendaraan tetapi juga memproduksi komponen di dalam negeri.
“Pada 1987, Indonesia mulai diposisikan sebagai basis ekspor kendaraan Toyota, peran yang terus berkembang hingga sekarang,” Ernando melanjutkan.
Sementara untuk urusan layanan purnajual, Toyota mencatat tingkat kepercayaan pelanggan yang tinggi.
Program T-Care memberikan bebas biaya jasa dan suku cadang hingga servis ketujuh atau tiga tahun untuk kendaraan baru, mendorong hampir 90 persen pelanggan melakukan perawatan di bengkel resmi.
Saat ini Toyota didukung lebih dari 360 bengkel resmi dan lebih dari 1.000 part shop yang tersebar di seluruh Indonesia.
Hal ini demi memastikan suku cadang hingga berbagai layanan mudah dijangkau pelanggan, terutama para pemilik mobil Toyota.
Strategi produk juga disesuaikan dengan karakter pasar di tiap wilayah. Ambil contoh di Sumatera, Toyota memiliki total 63 bengkel, pangsa pasar mencapai 37 persen dengan penjualan kendaraan lima dan tujuh penumpang yang paling kuat.
Konsumen di Lampung, Padang, Medan hingga Aceh menjadikan Toyota Kijang Innova sebagai pilihan utama.
Di Jawa, tersebar sebanyak total 210 bengkel resmi dengan pangsa pasar mencapai 30,5 persen.
Selain itu di Kalimantan, Toyota memiliki 23 bengkel dengan pangsa pasar mencapai 36,3 persen. Hilux menjadi model paling dicari berkat kebutuhan kendaraan untuk kerja berat.

Sementara di kawasan Indonesia timur seperti Sulawesi mempunyai 39 bengkel, Toyota meraup pangsa pasar 40,4 persen dengan mobil keluarga terjangkau Calya menjadi model yang paling diminati.
Di Bali dan Nusa Tenggara total bengkel resmi sebanyak 16 titik dengan pangsa pasar 32,6 persen. Terakhir Papua memiliki total 10 bengkel dengan market share 47,7 persen.
“Kami selalu sesuaikan dengan kebutuhan, kebiasaan dan kondisi masyarakat di daerah setempat. Kami memiliki diferensiasi dalam hal produk apa yang ditawarkan maupun bentuk after sales,” tegas Ernando.
Atas keberhasilan tersebut, Ernando mengaku cukup puas serta berbangga.
Ia pun berharap Toyota terus mampu mempertahankan kinerja positif, sekaligus tetap menjadi pemimpin pasar mobil baru di Tanah Air.