Toyota Masih Rancang Transmisi Manual buat Mobil Listrik

Toyota, kendaraan listrik, Toyota Masih Rancang Transmisi Manual buat Mobil Listrik

Toyota dikabarkan masih melanjutkan pengembangan teknologi transmisi manual untuk mobil listrik.

Sistem ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih emosional, mirip dengan mobil bermesin pembakaran internal (ICE) yang menggunakan transmisi manual.

Berdasarkan dokumen paten terbaru yang dikutip Drive, Toyota mengembangkan sistem yang menggabungkan pedal kopling dan tuas persneling berpola H (H-pattern) pada kendaraan listrik.

Toyota, kendaraan listrik, Toyota Masih Rancang Transmisi Manual buat Mobil Listrik

Transmisi manual pada mobil.

Menariknya, teknologi tersebut tidak sekadar menjadi elemen kosmetik. Sistem mampu mensimulasikan berbagai karakter khas mobil manual, termasuk kondisi mesin mati atau stall ketika pengemudi melakukan perpindahan gigi yang tidak sesuai.

Cara kerjanya mengandalkan kalkulasi putaran mesin virtual yang membandingkan rasio gigi dengan kecepatan kendaraan.

Ketika keduanya tidak selaras, komputer akan memutus torsi motor listrik dan mengaktifkan pengereman sehingga menghasilkan efek serupa mobil manual yang kehilangan tenaga akibat salah mengoperasikan kopling atau gigi.

Tak hanya itu, paten tersebut juga menunjukkan upaya Toyota mereplikasi karakter berkendara lain yang identik dengan transmisi manual.

Misalnya, gejala tersendat saat menggunakan gigi terlalu tinggi pada putaran rendah hingga simulasi kendaraan mundur di tanjakan apabila kopling tidak dioperasikan dengan tepat.

Lexus UX300e

Sebenarnya, proyek ini bukan hal baru. Toyota telah memperkenalkan purwarupa teknologi serupa pada Lexus UX300e sejak 2022.

Toyota, kendaraan listrik, Toyota Masih Rancang Transmisi Manual buat Mobil Listrik

Lexus UX 300e Luxury melantai di GIIAS 2024, 18-28 Juli 2024.

Saat itu, mobil juga dibekali suara mesin sintetis yang dapat dipilih untuk menambah sensasi berkendara layaknya kendaraan konvensional.

Meski demikian, penerapannya pada model produksi massal masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah regulasi terkait klasifikasi kendaraan dan izin mengemudi.

Sebelumnya, Asisten Kepala Insinyur Lexus Yasuyuki Terada mengungkapkan bahwa beberapa negara, termasuk Jepang, memiliki lisensi khusus untuk pengemudi kendaraan transmisi manual.

Kehadiran sistem yang dapat diaktifkan maupun dinonaktifkan berpotensi menimbulkan pertanyaan mengenai kategori kendaraan dan jenis surat izin mengemudi yang diperlukan.

Hill Hold Assist

Dalam paten terbaru, Toyota juga menyertakan sejumlah fitur keselamatan. Sistem dapat mengenali tingkat kemampuan pengemudi dan menyesuaikan bantuan elektronik yang diberikan, termasuk fitur hill hold assist.

Artinya, pengemudi pemula bisa mendapatkan intervensi lebih besar untuk mencegah kesalahan saat berkendara, sedangkan pengguna yang lebih berpengalaman hanya akan menerima bantuan pada kondisi tertentu.

Toyota, kendaraan listrik, Toyota Masih Rancang Transmisi Manual buat Mobil Listrik

Toyota bZ4X

Toyota bahkan disebut mempertimbangkan kehadiran mode launch control yang memungkinkan simulasi pelepasan kopling secara agresif guna memperoleh akselerasi optimal saat mobil mulai bergerak.

Pengembangan teknologi ini menunjukkan upaya Toyota mempertahankan keterlibatan pengemudi yang selama ini menjadi daya tarik mobil performa bermesin konvensional, meski kendaraan menggunakan sistem penggerak listrik.

Sampai saat ini, Toyota masih belum mengungkapkan kapan teknologi tersebut akan diproduksi secara massal atau diterapkan pada model listrik yang dijual ke konsumen.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang