Partai Bentukan Nazaruddin Fokus Sosialisasi dan Dukung Program Prabowo hingga Tingkat Desa
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda sosial partai selama bulan Ramadan sekaligus mempererat silaturahmi dengan masyarakat.
Ketua Umum PRI, Nazaruddin, mengatakan kegiatan buka puasa bersama ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya berbagi kebahagiaan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Untuk agenda hari ini adalah acara buka puasa bersama dan santunan yang mana niatnya untuk berbagi bersama-sama dan membangun silaturahmi. Kami ingin supaya kebahagiaan itu semuanya bisa dirasakan oleh semuanya,” kata Nazaruddin kepada wartawan.
Dalam kegiatan tersebut, PRI menghadirkan sekitar 1.000 penerima santunan, yang terdiri dari 800 anak yatim dan 200 kaum dhuafa. Selain kegiatan hari itu, partai juga menjalankan program berbagi selama bulan Ramadan dengan membagikan ribuan paket makanan berbuka.
Nazaruddin menjelaskan bahwa selama Ramadan pihaknya menyiapkan sekitar 2.000 boks makanan berbuka setiap hari untuk dibagikan kepada masyarakat. Selain itu, PRI juga menyalurkan hampir 20.000 paket bantuan ke berbagai panti asuhan dan kelompok dhuafa.k
“Kebetulan mulai bulan Ramadan itu memberikan 2.000 boks setiap hari untuk orang berbuka puasa. Kemudian juga ada hampir 20.000 paket dibagikan kepada panti asuhan dan dhuafa,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat membawa keberkahan sekaligus menjadi bentuk kepedulian sosial dari partai kepada masyarakat luas.
“Supaya semuanya bisa berkah dan benar-benar menjadi rahmat dari Ilahi,” tambahnya.
Dukung Program Pemerintah
Selain kegiatan sosial, Nazaruddin juga menegaskan komitmen PRI untuk mendukung berbagai program pemerintah, khususnya program Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, partai akan berfokus pada upaya menyosialisasikan dan mendukung program pemerintah hingga ke tingkat desa. Beberapa program yang menjadi perhatian antara lain penguatan kesejahteraan masyarakat, pendidikan, serta program pembangunan nasional.
“Yang penting kita pertama mendukung semua program Pak Prabowo, kemudian membenahi semua infrastruktur sampai tingkat desa,” kata Nazaruddin.
Ia menyebutkan bahwa PRI juga menargetkan dukungan politik yang cukup signifikan di wilayah DKI Jakarta, dengan target capaian dukungan sekitar 50 persen suara.
Dalam menjalankan aktivitas politiknya, PRI mengaku akan menitikberatkan pada penguatan program-program pemerintah yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.
Beberapa program yang disebut Nazaruddin antara lain penguatan program kesejahteraan seperti MBG, Koperasi Merah Putih, hingga dukungan terhadap kebijakan pendidikan dan peningkatan kesejahteraan guru.
“Kita tentu sama dengan program pemerintah, bagaimana menguatkan program-program yang ada, termasuk beasiswa mahasiswa, kesejahteraan guru, dan program lainnya. Niatnya satu, bagaimana membuat negara ini menjadi kuat dan rakyatnya adil, makmur, serta sejahtera,” ujarnya.
Wiranto: Partai Harus Mengabdi pada Rakyat
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina PRI Wiranto menegaskan bahwa partai politik pada dasarnya harus berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Menurutnya, nama Partai Rakyat Indonesia mencerminkan komitmen untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Partai politik itu tujuan utamanya membuat rakyat sejahtera dan bahagia. Nah, PRI ini namanya saja Partai Rakyat Indonesia. Kalau ditambahkan ‘nya’, maka menjadi Partainya Rakyat Indonesia,” kata Wiranto.
Ia menilai seluruh kader partai harus memahami aspirasi masyarakat dan menjadikannya sebagai dasar perjuangan politik.
“Karena Partainya Rakyat Indonesia, maka dia harus paham betul apa yang dirasakan rakyat dan apa yang diinginkan rakyat. Itulah target perjuangan PRI,” ujarnya.
Wiranto juga menegaskan bahwa PRI akan terus berjalan seiring dengan program pemerintah yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
“Karena sekarang Presiden Prabowo Subianto juga semua programnya berorientasi untuk kemaslahatan rakyat Indonesia, maka kita sinkron ke sana dan mendukung sepenuhnya,” katanya.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa dukungan tersebut juga disertai tanggung jawab untuk mengawal implementasi program agar benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kita sebagai pendukung yang baik tentu harus mengawal agar program-program itu berjalan dengan baik di masyarakat,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wiranto juga menyoroti pentingnya peran generasi muda, khususnya Gen Z, dalam menentukan masa depan bangsa.
Menurutnya, generasi muda saat ini memiliki peluang besar karena akses pendidikan dan informasi yang semakin luas.
“Anak muda sekarang sangat agresif dan cerdas. Pendidikan formal dan informasi memberi kesempatan bagi mereka untuk terus berkembang,” ujarnya.
Ia berharap generasi muda dapat menjadi motor penggerak pembangunan bangsa ke depan, baik dari sisi politik, teknologi, maupun pembangunan nasional.
“Ke depan nanti inti perjuangan Indonesia akan dipikul anak-anak muda Gen Z itu,” kata Wiranto.
Karena itu, ia menilai generasi muda perlu dilibatkan secara aktif dalam berbagai program pemerintah agar mampu berkontribusi dalam upaya menyejahterakan masyarakat dan membangun masa depan Indonesia.