IHSG Terjun Lebih dari 2 Persen, Ketegangan AS-Israel vs Iran Tekan Pasar
Memasuki sesi kedua perdagangan, IHSG perlahan tergerus menyentuh level 8.027. Level ini lebih rendah dibandingkan koreksi tajam pada sesi pertama ke area 8.0444.
Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 29,84 triliun semtara volume perdagangan sebesar Rp 566,05 juta. Jumlah ini merupakan akumulasi dari total perdagangan para investor sebanyak 3,65 juta transaksi.
Sektor energi menjadi satu-satunya yang mencatat kenaikan sebesar 1,54 persen. Sedangkan sektor konsumer turun paling dalam sebesar 7,60 persen.
Sektor industri merosot 5,95 persen, sektor properti menurun 4,14 persen, sektor infrastruktur menyusut 4,13 persen dan sektor teknologi menurun 3,77 persen. Koreksi lain juga melanda sektor konsumer non-siklikal sebesar 3,58, sektor transportasi turun 2,74 persen, sektor keuangan melemah 2,67 persen, sektor kesehatan tergerus 2,16 persen dan sektor bahan baku melemah 0,87 persen.
Tim Analis Phintraco Sekuritas mengatakan, serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran memicu perang terbuka dan membuat investor global cenderung menghindari aset-aset yang berisiko. Kenaikan harga minyak mentah memicu kekhawatiran akan potensi meningkatnya inflasi yang jika berlangsung lama dapat mendorong potensi kenaikan suku bunga.
"Namun mayoritas saham-saham terkait energi dan tambang emas membukukan penguatan, sehingga menahan pelemahan IHSG lebih lanjut," ujar Tim Analis Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya, Senin, 2 Maret 2026.
Secara teknikal, Tim Analis Phintraco Sekuritas melihat IHSG masih bertahan di atas level psikologis 8.000 dan masih di atas level MA200. Namun penyempitan histogram positif MACD berlanjut dan berpotensi membentuk Death Cross.
Phintraco Sekuritas melaporkan tiga emiten sukses membukukan lompatan harga tertinggi di jajaran 45 saham unggulan (LQ45) sebagai berikut:
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)
Saham MEDC melesat dua digit sebesar 15,65 persen atau 270 poin menjadi 1.995.
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI)
Saham AADI menguat sebesar 7,03 persen atau 650 poin ke level 900.
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
Saham ANTM bersinar usai membukukan kenaikan sebesar 5,98 persen atau 260 poin dan ditutup pada area 4.610.