Pemerintah Abu Dhabi Tanggung Biaya Hotel Turis yang Terjebak Konflik Iran Vs AS-Israel
Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Abu Dhabi (DCT Abu Dhabi) menginstruksikan kepada hotel-hotel di seluruh Ibu Kota, untuk memperpanjang masa inap turis yang tidak dapat melakukan perjalanan, karena gangguan penerbangan imbas konflik.
Dilansir dari Khaleej Times, pemerintah Abu Dhabi mengatakan akan menanggung biaya perpanjangan masa inap turis tersebut.
Perpanjangan masa inap turis ini akan ditanggung oleh pemerintah sampai para turis tersebut bisa melanjutkan perjalanan.
"Biaya perpanjangan masa inap akan ditanggung oleh DCT Abu Dhabi," seperti yang tertulis dalam surat edaran tersebut, dikutip dari India Today, Senin (2/3/2026).
Dalam pemberitahuan tersebut juga disampaikan bahwa pemerintah meminta hotel untuk mengirimkan faktur atau bukti pembayaran hotel ke alamat email yang telah ditentukan oleh departemen tersebut.
"Ya, kami telah menerima surat edaran tersebut. Tamu yang tidak dapat melakukan perjalanan dan seharusnya melakukan check-out, diizinkan untuk tetap tinggal. Kami sedang mengoordinasikan proses sesuai arahan,” kata seorang eksekutif bagian resepsionis di sebuah properti bintang lima di Abu Dhabi.
Ilustrasi Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).
Seorang staf di hotel lain juga membenarkan bahwa para tamu yang terlantar telah diakomodasi melebihi tanggal pemesanan awal.
“Kami telah mengizinkan perpanjangan sesuai dengan arahan,” kata karyawan tersebut.
Untuk diketahui, perpanjangan masa inap turis yang terdampak di Abu Dhabi, merupakan tindak lanjut dari respons terhadap gangguan perjalanan.
Sebelumnya, Otoritas Penerbangan Sipil Umum UEA (GCAA) mengatakan bahwa negara tersebut menanggung biaya penampungan dan akomodasi bagi penumpang yang terkena dampak pembatalan penerbangan dan penutupan sementara wilayah udara.
"Negara menanggung semua biaya penampungan dan akomodasi bagi penumpang yang terdampak dan terlantar, memastikan penyediaan layanan penting tetap berlanjut selama periode penyesuaian operasional,” kata pihak GCAA.
Menurut pihak berwenang, sekitar 20.200 penumpang menerima akomodasi sementara dan dukungan pemesanan ulang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang