Jadi ‘Kunci’ Tekan Iran, Seberapa Penting dan Startegis Pulau Kharg? Simak Fakta Menariknya
Presiden Donald Trump mengatakan militer Amerika Serikat telah meluluhlantakkan sepenuhnya setiap target militer di Pulau Kharg dalam serangan presisi berskala besar pada Jumat lalu. Serangan itu langsung membuat pulau kecil yang strategis di Iran ini menjadi sorotan dunia.
Terletak sekitar 20 mil dari pesisir utara Teluk Iran, Pulau Kharg merupakan pusat ekspor minyak Iran sekaligus kartu penting yang menurut Trump bisa digunakan untuk menekan negara tersebut agar tetap menjaga jalur pelayaran di Selat Hormuz tetap terbuka dan aman.
Trump mengatakan pasukan AS sengaja tidak menargetkan fasilitas ekspor minyak di pulau tersebut. Namun ia memperingatkan jika Iran melakukan apa pun yang mengganggu jalur bebas dan aman bagi kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz, maka dia akan segera meninjau kembali keputusan tersebut. Dengan kata lain, Trump bisa saja menghancurkan pulau ini jika Iran tak menggubris peringatannya.
Lantas seberapa penting dan strategisnya pulau ini? Melansir laman CBS News, Minggu 15 Maret 2026. Berikut ini beberapa fakta menarik seputar Pulau Kharg.
Mengenal Pulau Kharg
Pulau Kharg berada sekitar 20 mil dari pantai utara Teluk Iran. Selama puluhan tahun, pulau ini menjadi terminal ekspor minyak utama Iran. Dalam sejarahnya, sekitar 85–95 persen ekspor minyak mentah Iran dikirim melalui fasilitas yang ada di pulau ini.
Kapal tanker biasanya memuat minyak di Kharg sebelum berlayar melewati Teluk Persia dan Selat Hormuz. Jika fasilitas pemuatan di pulau ini lumpuh, kemampuan Iran untuk mengekspor minyak hampir pasti akan langsung terhenti.
Pendapatan dari minyak yang sebagian besar diperoleh dari penjualan minyak mentah ke China masih menjadi salah satu sumber dana paling penting bagi pemerintah Iran.
Oleh karena itu, serangan terhadap infrastruktur minyak di Kharg akan menjadi eskalasi besar dalam konflik yang sedang berlangsung. Dampaknya tidak hanya bagi Iran, tetapi juga berpotensi memicu kepanikan di pasar minyak dunia. Ancaman terhadap pulau ini juga akan memberi tekanan besar pada sistem energi Iran.
Bagaimana serangan bisa mengancam sistem energi Iran?
Selama ini Iran kerap memberi sinyal ancaman terhadap pasar energi global dengan kemungkinan menutup Selat Hormuz bagi sebagian besar lalu lintas kapal. Namun serangan di Pulau Kharg menunjukkan bahwa Amerika Serikat juga memiliki cara untuk menekan Iran.
Analis keamanan nasional Aaron MacLean mengatakan bahwa Trump sedang menunjukkan bahwa ia memiliki ‘daya tekan’ jika Iran benar-benar menutup Selat Hormuz.
Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati jalur perairan sempit tersebut.
“Presiden mengaitkan kerentanan Pulau Kharg dengan keputusan Iran untuk terus menutup Selat Hormuz,” kata MacLean.
Sejak konflik pecah, harga minyak dan gas langsung melonjak. Pemerintah AS bahkan sempat melepas sekitar 172 juta barel minyak dari cadangan strategisnya, U.S. Strategic Petroleum Reserve, namun langkah itu belum cukup menenangkan pasar. Pada Kamis lalu, harga minyak mentah bahkan menembus lebih dari 100 dolar per barel untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir.
Pernah menjadi sasaran serangan sebelumnya
Ini bukan kali pertama Pulau Kharg menjadi titik penting dalam konflik bersenjata. Pada era Perang Iran–Irak di tahun 1980-an, pemimpin Irak saat itu, Saddam Hussein, berulang kali mengirim pesawat tempur untuk membombardir pulau tersebut dengan tujuan memutus sumber pendapatan minyak Iran.
Fasilitas di pulau itu memang mengalami kerusakan parah, tetapi Iran terus memperbaikinya sehingga ekspor minyak tetap berjalan.
Sejak saat itu, Teheran memperkuat pertahanan Pulau Kharg secara besar-besaran. Sistem pertahanan udara dipasang, infrastruktur diperkuat, dan fasilitas penyimpanan bawah tanah dibangun agar aliran minyak tetap bisa berjalan bahkan saat menghadapi serangan berkepanjangan.
Walau kekuatan militer konvensional Iran tidak sebanding dengan Amerika Serikat atau Israel, negara itu telah puluhan tahun mempersiapkan diri menghadapi perang asimetris.
Jika Pulau Kharg benar-benar terancam serius, Teheran kemungkinan akan merespons di berbagai front. Militer Iran bisa terus menyerang pangkalan AS di kawasan Teluk, meningkatkan serangan milisi sekutunya di Irak dan wilayah lain, serta menargetkan kapal-kapal di Selat Hormuz menggunakan kapal cepat, ranjau laut, maupun drone bunuh diri.
Langkah-langkah itu mungkin tidak mampu mengalahkan kekuatan militer yang lebih besar secara langsung. Namun strategi tersebut bisa membuat operasi militer di kawasan Teluk menjadi jauh lebih sulit, berisiko, dan mahal.