Produksi Puding Jepang Bisa Terganggu akibat Perang AS-Israel Vs Iran
Perang Amerika Serikat (AS) dan Israel lawan Iran ternyata bisa berdampak terhadap produksi puding karamel di Jepang.
Masalahnya bukan karena resep puding yang berubah, melainkan wadah plastiknya yang saat ini sulit diproduksi.
Beberapa produsen puding bahkan mengumumkan bahwa mereka mungkin tidak bisa memproduksi puding lagi pada akhir Mei.
Puding Jepang bisa terganggu akibat perang AS-Israel vs Iran
Krisis naptha, jantung dari kemasan plastik
Perang AS dan Israel lawan Iran ternyata bisa berdampak terhadap produksi puding karamel di Jepang. Kok bisa? Simak penjelasannya.
Mengapa konflik geopolitik tersebut bisa mengganggu produksi puding? Jawabannya adalah Naptha, dilansir dari Soranews24.com, Jumat (1/5/2026).
Naptha merupakan bahan kimia hasil olahan minyak bumi, yang menjadi komponen utama dalam pembuatan plastik.
Perang membuat jalur pengiriman minyak terganggu. Akibatnya, pasokan naptha dunia menjadi tidak stabil.
Bagi produsen puding, masalah ini cukup gawat. Sebab,p uding karamel Jepang memiliki tekstur yang sangat lembut dan cair. Tanpa wadah plastik yang kuat, puding ini tidak mungkin bisa didistribusikan ke toko-toko.
Para pelaku industri sempat mempertimbangkan wadah kaca atau kertas. Namun, wadah kertas tetap butuh lapisan plastik agar tidak bocor, sedangkan pembuatan gelas kaca butuh energi panas yang sangat besar.
Krisis ini sebenarnya tidak hanya menyerang puding. Jika melihat rak supermarket, hampir semua barang dibungkus plastik, termasuk tahu, susu, dan roti.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang