Gawat! Bitcoin Terjun Bebas ke Rp1,3 Miliar, Anjlok 30 Persen dari Level Tertingginya
Bitcoin anjlok sebanyak 6 persen sehingga melayang tepat di level psikologi kritis atas US$80.000. Aset digital ini terpantau terjungkal di area US$80.548 atau Rp 1,34 miliar (estimasi kurs Rp 16.670 per dolar AS) per keping pada pukul 7.30 pagi waktu Eastern Time (ET).
Koreksi tajam menjadi titik terendah Bitcoin sejak 11 April 2025. Hal ini menandakan penurunan Bitcoin yang semakin tajam setelah likuidasi berjenjang yang meluas dengan leverage tinggi pada bulan Oktober 2025.
Penurunan Bitcoin menyusul meningkatnya tekanan di pasar saham Amerika Serikat. Para investor beralih dari aset volatil, saham kripto dan emiten saham terkait kecerdasan buatan (AI), ke aset safe haven seperti emas.
Perusahaan treasury Bitcoin, Strategy, merosot 2 persen selama 24 jam terakhir dan membukukan koreksi dua digit sebesar 42 persen selama sebulan terakhir. Saham Amrerican Bitcoin ikut tergerus 7 persen lalu seham Riot Platform terkoreksi 4 persen.
Bitcoin dan Kripto
"Saat ini, kita berada dalam wilayah yang sangat jenuh jual untuk Bitcoin,” ujar Kepala Investasi ReserveOne, Sebastian Pedro Bea, dikutitip dari CNBC Internasional pada Sabtu, 22 November 2025.
Analis Citi, Alex Saunders, menmbahkan penurunan harga tidak hanya terjadi pada Bitcoin saja tetapi juga hampir seluruh aset kripto. Tekanan kian berat arena ETF yang merupakan pendorong harga Bitcoin ikut menyusut.
"Menambah kekhawatiran kinerja jangka pendek," tulis Alex dalam sebuat catatan.
Bitcoin telah turun sebesar 9 persen sepanjang tahun 2025. Kini, Bitcoin jatuh lebih dari 30 persen dari rekor tertinggi baru (all high time/ATH) di level US$126.000 pada awal bulan Oktober 2025.
Berdasarkan pantauan VIVA di MarketCoinCap hingga pukul 10.08 WIB pada Sabtu, 22 November 2025, harga Bitcoin mulai menujukkan pergerakan menguat (rebound). Bitcoin berada di haga US$84.505,13.