Warga Negara Asing Dievakuasi dari UEA di Tengah Konflik Iran Vs AS-Israel
Proses evakuasi warga negara asing di kawasan Timur Tengah, termasuk Uni Emirat Arab, mulai dilakukan di tengah kekacauan penerbangan akibat konflik yang meluas di wilayah tersebut.
Dilansir dari The Guardian, sejumlah negara, termasuk Inggris dan Amerika Serikat, telah mengerahkan tim serta mengatur penerbangan khusus untuk membantu warga yang terjebak setelah banyaknya maskapai yang menghentikan operasional penerbangannya.
Penutupan sebagian besar wilayah udara di kawasan Teluk dan sekitarnya membuat ribuan penumpang tertahan di bandara.
Dalam situasi tersebut, pemerintah memprioritaskan evakuasi melalui jalur udara yang masih memungkinkan, serta mengoordinasikan pemindahan warga ke negara ketiga sebelum dipulangkan ke negara asal.
Beberapa maskapai besar di kawasan tersebut menghentikan sementara layanan mereka karena adanya risiko keamanan yang meningkat.
Bandara internasional Dubai.
Penangguhan ini mempersempit opsi perjalanan reguler, sehingga proses evakuasi harus dilakukan dengan pengaturan khusus dan pengamanan yang ketat.
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa otoritas diplomatik bekerja sama dengan pihak bandara dan maskapai untuk memastikan daftar penumpang yang akan dievakuasi, ketersediaan kursi, serta jalur penerbangan alternatif yang dinilai aman.
Di tengah situasi yang terus berkembang, proses evakuasi ini dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi keamanan dan pembukaan wilayah udara.
Pemerintah negara-negara terkait mengimbau warganya untuk tetap memantau informasi resmi dan mengikuti arahan otoritas setempat hingga kondisi menjadi stabil.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang