Sempat Ditangguhkan Akibat Perang Iran VS AS-Sirael, Penerbangan Emirates Rute Bali-Dubai Buka Lagi

Sempat Ditangguhkan Akibat Perang Iran VS AS-Sirael, Penerbangan Emirates Rute Bali-Dubai Buka Lagi

Maskapai penerbangan Emirates kembali melayani penerbangan dari Bali menuju Dubai sejak Kamis (5/3/2026) setelah sebelumnya sempat ditangguhkan karena bandara Dubai ditutup.

"Pada Jumat sore, Bandara Ngurah Rai melayani penerbangan Emirates EK368 dari Dubai. Airbus A380 mendarat di Bali pukul 16.30,” kata Kepala Komunikasi dan Urusan Hukum Bandara, Gede Eka Sandi Asmadi, dikutip dari Antara, Minggu (8/3/2026).

Asmadi mengatakan, pesawat Emirates tersebut telah bermalam di Bandara Ngurah Rai sejak 28 Februari.

Pesawat tersebut mengoperasikan penerbangan EK369, berangkat dari Denpasar ke Dubai pukul 00.42 pada hari Kamis (5 Maret) menggunakan Airbus A380.

Layanan ini menandai penerbangan Denpasar–Dubai pertama Emirates, sejak gangguan wilayah udara yang dipicu oleh meningkatnya konflik Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Tidak hanya keberangkatan, kedatangan internasional dari Dubai ke Bali pun juga telah dilanjutkan.

Manajemen bandara terus berkoordinasi dengan maskapai penerbangan yang terkena dampak gangguan tersebut, karena tidak semua rute Timur Tengah telah kembali beroperasi normal.

Sempat Ditangguhkan Akibat Perang Iran VS AS-Sirael, Penerbangan Emirates Rute Bali-Dubai Buka Lagi

Ilustrasi pesawat Airbus A380 yang dioperasikan maskapai Emirates.

Diketahui, sejak 28 Februari, total 64 penerbangan internasional di Bandara Ngurah Rai telah dibatalkan, terdiri dari 34 keberangkatan dan 30 kedatangan.

Pembatalan tersebut melibatkan beberapa maskapai Timur Tengah, termasuk Qatar Airways pada rute Doha–Denpasar, Emirates pada layanan Dubai–Denpasar, dan Etihad Airways pada penerbangan antara Abu Dhabi dan Denpasar.

Gangguan tersebut memengaruhi 8.187 penumpang yang dijadwalkan berangkat dari bandara Bali.

Asmadi mengatakan penumpang telah dibantu sesuai dengan kebijakan maskapai masing-masing, termasuk pemesanan ulang dan pengaturan perjalanan.

Pihak Bandara I Gusti Ngurah Rai juga telah mengambil langkah-langkah pencegahan untuk mengelola parkir pesawat selama gangguan tersebut.

Saat ini, empat pesawat dari tiga maskapai tetap terparkir di bandara sebagai bagian dari penyesuaian operasional.

“Kami juga telah menyiapkan meja bantuan untuk maskapai dan berkoordinasi dengan Kantor Imigrasi untuk menyediakan loket layanan imigrasi untuk memproses Izin Tinggal Darurat (ITKT) bagi penumpang yang terdampak,” kata Asmadi.

Loket informasi dan imigrasi terletak di lantai dua terminal keberangkatan internasional.

Otoritas bandara mendesak penumpang untuk tetap berhubungan dengan maskapai penerbangan mereka untuk mendapatkan informasi terbaru tentang jadwal penerbangan dan pengaturan perjalanan karena layanan terus kembali normal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang