Studi Populix: Gen Z War Takjil, Tradisi Ramadhan yang Tak Tergantikan

berburu takjil, Studi Populix: Gen Z War Takjil, Tradisi Ramadhan yang Tak Tergantikan

Berburu atau war takjil menjadi salah satu momen yang ditunggu-tunggu. Menjelang berbuka, masyarakat mulai berbondong-bondong mencari makanan atau minuman manis sebagai teman berbuka.

Tidak hanya anak muda, berburu takjil juga mulai digemari orang tua, baik laki-laki maupun perempuan. Bahkan pada tahun sebelumnya, kita juga mengenal adanya “war takjil” saat  banyak orang yang mulai berlomba-lomba mendapatkan makanan berbuka favoritnya.

Dalam riset yang dilakukan oleh Populix, ternyata ada pergeseran aktivitas berburu takjil yang cukup signifikan.

Jika dulu, berburu takjil dianggap hanya aktivitas menjelang berbuka puasa, kini membeli takjil menjadi hal yang pasti ada dan tidak dapat dipisahkan selama bulan Ramadhan.

Bahkan karena populernya memburu takjil ini, sejumlah lapak bisa kehabisan jualan hanya dalam hitungan menit. Fenomena ini juga semakin menarik dengan adanya sistem pre-order atau flash sale yang membuat jualan mengalami persaingan sengit.

Studi Populix: Fenomena Berburu Takjil di Kalangan Gen Z

Takjil yang berakar dari kata bahasa arab ajila yang artinya menyegarkan untuk berbuka puasa.

Namun di Indonesia sendiri takjil mengalami sejumlah pergeseran makna menjadi penanganan atau minuman untuk berbuka puasa.

Dalam riset yang dilakukan oleh Susan Adi Putra, Research Director Populix bahwa fenomena berburu takjil ini menjadi aktivitas ngabuburit yang semakin populer di kalangan gen Z dan milenial.

berburu takjil, Studi Populix: Gen Z War Takjil, Tradisi Ramadhan yang Tak Tergantikan

Wisata mancanegara saat membeli takjil di Pasar Ngerandu Buko Panta Marina Boom, Banyuwangi, Kamis (19/2/2026).

“Tak hanya itu, 41 persen anak mudah menganggap kegiatan berburu takjil bukan sekedar self reward setelah seharian berpuasa, melainkan menjadi sebuah tradisi khas bulan Ramadhan yang tidak tergantikan,” jelas Putra dalam rilis resmi yang Kompas.com terima Senin (2/3/2026)..

Survei yang dilakukan oleh Populix dalam surveynya PopSurvey yang bertajuk “Berburu Takjil Menurut Gen Z dan Milenial” ini menghasilkan temuan adanya aktivitas berburu takjil sudah menjadi rutinitas selama bulan puasa.

Hal ini dilakukan baik oleh laki-laki atau perempuan yang mengaku membeli takjil hampir setiap hari.

Hanya 5 persen responden yang mengaku akan membeli takjil kurang dari seminggu sekali atau tidak sama sekali.

Hasil survei juga menjelaskan ada berbagai jenis kudapan yang paling dicari responden ternyata banyak yang menyukai makanan dan minuman manis seperti es teh, es buah, es campur, masih menjadi pilihan utama khususnya bagi gen Z.

Sedangkan bagi perempuan dan milenial cenderung menyukai kue tradisional. Selain dessert, ada berbagai menu favorit lainnya seperti gorengan, buah kurma, lalu makanan berat seperti nasi lontong dan lain sebagainya.

Pada survei kali ini responden merupakan laki-laki dan perempuan yang seimbang, 93% responden beragama Islam dan berasal dari tingkat ekonomi menengah ke atas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang