Marriage Is Scary: Ketika Pernikahan Terasa Menakutkan bagi Gen Z

Istilah marriage is scary belakangan ramai digunakan di media sosial, terutama di TikTok, untuk menggambarkan rasa takut terhadap pernikahan, komitmen jangka panjang, atau kehidupan rumah tangga.
Frasa ini biasanya muncul dalam unggahan video, curahan hati, hingga komentar yang membahas kekhawatiran generasi muda tentang hubungan serius.
Di tengah banyaknya konten tentang perceraian, konflik rumah tangga, perselingkuhan, hingga beban ekonomi setelah menikah, tidak sedikit anak muda yang mulai mempertanyakan apakah pernikahan masih menjadi tujuan yang diinginkan.
Fenomena ini bukan sekadar tren digital. Dalam banyak kasus, rasa takut menikah muncul dari pengalaman sosial, pengamatan terhadap lingkungan sekitar, hingga kekhawatiran pribadi tentang masa depan hubungan.
Arti Marriage Is Scary yang Viral di Media Sosial
Pengertian Marriage Is Scary
Secara sederhana, marriage is scary berarti perasaan bahwa pernikahan terasa menakutkan atau penuh risiko.
Ketakutan ini tidak selalu berarti seseorang menolak menikah, tetapi lebih pada adanya kecemasan terhadap tanggung jawab, perubahan hidup, dan kemungkinan masalah dalam rumah tangga.
Psikolog Pingkan C. B. Rumondor menjelaskan bahwa rasa takut menikah sering terbentuk dari apa yang seseorang lihat dan pelajari dari lingkungan.
Ketika seseorang lebih sering terpapar cerita negatif tentang rumah tangga, maka pernikahan bisa diasosiasikan sebagai sesuatu yang menegangkan.
“Kalau yang dilihat tentang pernikahan adalah hal-hal yang menakutkan, seperti KDRT (kekerasan dalam rumah tangga), perceraian, dan pembunuhan maka sangat bisa tumbuh pemikiran bahwa pernikahan itu menakutkan,” ujarnya dikutip dari pemberitaan Kompas.com sebelumnya, Jumat (13/3/2026).
Menurutnya, individu belajar dari pengalaman yang diamati, termasuk dari keluarga, teman, maupun informasi yang beredar di media.
ilustrasi orang dewasa muda disebut lebih takut miskin ketimbang takut menikah.
Kenapa Istilah Ini Viral di TikTok
Di TikTok, istilah ini sering digunakan sebagai caption untuk video yang menampilkan cerita hubungan yang gagal, pengalaman melihat konflik rumah tangga orangtua, atau kekhawatiran tentang pasangan di masa depan.
Banyak kreator menggunakan frasa marriage is scary untuk mengekspresikan dilema: ingin memiliki hubungan yang stabil, tetapi takut menghadapi kemungkinan buruk setelah menikah.
Algoritma media sosial juga membuat konten bertema hubungan mudah tersebar luas, terutama jika mengandung pengalaman emosional yang relatable bagi banyak orang.
Penyebab Munculnya Tren Marriage Is Scary
Takut Komitmen dalam Hubungan
Salah satu penyebab utama adalah ketakutan terhadap komitmen jangka panjang. Menikah dipandang bukan hanya soal cinta, tetapi juga kesiapan mental, tanggung jawab, dan kemampuan menghadapi perubahan hidup.
Bagi sebagian Gen Z, komitmen sering terasa berat karena mereka hidup di tengah banyak pilihan dan ketidakpastian masa depan.
Pengalaman Hubungan yang Buruk
Pengalaman pribadi juga berpengaruh besar. Hubungan yang pernah gagal, dikhianati, atau mengalami luka emosional bisa membuat seseorang lebih berhati-hati terhadap pernikahan.
Sosiolog Mustaghfiroh Rahayu menjelaskan bahwa generasi muda saat ini lebih terbuka melihat dinamika rumah tangga, termasuk konflik yang dulu sering disembunyikan dalam keluarga.
anak yang tumbuh dengan melihat pertengkaran orangtua atau relasi yang tidak sehat bisa membawa pengalaman itu ke cara mereka memandang pernikahan.
Ekspektasi Tinggi terhadap Pernikahan
Selain takut gagal, banyak orang juga memiliki ekspektasi tinggi terhadap pasangan dan kehidupan rumah tangga. Pernikahan dianggap harus ideal, harmonis, stabil secara ekonomi, dan minim konflik.
Ketika standar ini terasa sulit dicapai, muncul kecemasan bahwa menikah justru akan membawa tekanan baru.
Contoh Tren Marriage Is Scary di Media Sosial
Konten Curhat tentang Hubungan
Banyak unggahan berisi cerita tentang ketakutan menikah setelah melihat pengalaman orang lain, seperti perceraian keluarga atau konflik pasangan di sekitar mereka.
Video Storytime Pengalaman Cinta
Format storytime menjadi salah satu bentuk paling populer. Pengguna menceritakan pengalaman hubungan yang membuat mereka ragu melangkah ke jenjang serius.
Caption Relationship yang Viral
Caption seperti “ingin menikah tapi takut salah pilih orang” atau “bahagia lihat pernikahan orang lain, tapi takut menjalaninya sendiri” sering mendapat respons tinggi karena dianggap mewakili keresahan banyak orang.
Cara Menghadapi Rasa Takut Menikah
Mengenal Diri Sendiri dan Perasaan
Rasa takut menikah perlu dipahami lebih dulu: apakah berasal dari trauma, pengalaman masa lalu, atau kekhawatiran yang belum terjawab.
Mengenali sumber kecemasan membantu seseorang lebih realistis dalam melihat hubungan.
Membangun Komunikasi yang Sehat
Jika sudah memiliki pasangan, komunikasi terbuka penting untuk membahas harapan, kekhawatiran, dan nilai hidup sebelum masuk ke komitmen yang lebih besar.
Memahami Makna Komitmen dalam Hubungan
Pernikahan bukan hubungan tanpa masalah, tetapi proses kerja sama dua orang untuk bertumbuh bersama.
Rasa takut bisa berkurang ketika seseorang memahami bahwa komitmen tidak menuntut kesempurnaan, melainkan kesiapan belajar menghadapi dinamika hubungan secara sehat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang