Hari Angkutan Nasional: 6 dari 10 Gen Z Pertimbangkan Pindah Hunian Demi Persingkat Waktu Tempuh

Hari Angkutan Nasional: 6 dari 10 Gen Z Pertimbangkan Pindah Hunian Demi Persingkat Waktu Tempuh
Harga co-living dapat meningkat hingga 20 persen berkat akses transportasi umum

Jakarta, 22 April 2026 – Bagi generasi muda urban saat ini, memilih hunian bukan lagi sekadar soal tempat beristirahat, namun bagaimana keberadaannya dapat menopang efisiensi mobilitas sehari-hari. Kebutuhan ini semakin relevan di Jakarta sebagai pusat aktivitas, di mana tingkat kemacetan menghadirkan waktu tempuh yang tidak ideal bagi Gen Z yang beraktivitas di kota tersebut dan mempengaruhi kualitas hidup mereka. Momentum Hari Angkutan Nasional yang diperingati pada 24 April ini menyoroti pentingnya hunian yang dekat dengan transportasi umum sebagai solusi mobilitas yang efektif bagi Gen Z di ibu kota.  

Mobilitas menjadi prioritas dalam memilih hunian, bukan kompromi

Di sisi lain, 47 persen dari Gen Z di Jakarta merasa bahwa waktu tempuh ke kantor yang ideal adalah 15-30 menit4, durasi yang sering kali sulit dicapai pada jam produktif. Kemacetan, kebijakan ganjil genap, hingga dynamic pricing taksi/ojek daring memaksa mereka memilih antara bujet yang lebih besar untuk hunian di pusat kota, berebut transportasi daring, atau menghabiskan lebih banyak waktu di jalan. Dalam situasi ini, memiliki hunian dengan lokasi yang dekat ke transportasi umum menjadi amat relevan. Bukan hanya biaya transportasi yang lebih terjangkau, tetapi juga waktu tempuh yang lebih konsisten dan terprediksi, sehingga membantu mengurangi tekanan dalam mobilitas harian generasi muda. 

Transit Oriented Development (TOD) turut dorong performa industri co-living