Konflik Timur Tengah Memanas, 9.400 Jemaah Umrah Asal Jatim Dipastikan Aman

Eskalasi keamanan yang meluas akibat konflik global di kawasan Timur Tengah mulai berdampak pada pelaksanaan ibadah umrah bagi jemaah asal Jawa Timur (Jatim). Otoritas terkait kini menetapkan keselamatan dan keamanan jemaah sebagai prioritas utama di tengah situasi yang dinamis.
Plt Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Jatim, Asadul Anam, mengungkapkan bahwa saat ini tercatat sekitar 9.400 jemaah umrah asal Jatim yang sedang berada di wilayah Timur Tengah.
"Semoga aman dan selamat kembali ke Tanah Air," ujar Anam kepada media, Minggu (1/3/2026).
Imbauan Resmi Kemenag dan Kondisi Penerbangan
Kementerian Agama melalui Kantor Wilayah Jatim meminta jemaah yang berada di lokasi untuk tetap tenang dan mengikuti arahan resmi dari maskapai, Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), serta otoritas setempat.
Berdasarkan situasi terkini, terdapat potensi penjadwalan ulang (reschedule), penundaan (delay), hingga pembatalan aktivitas penerbangan dari dan menuju Timur Tengah.
"Bagi keluarga jemaah di Jatim juga diminta tetap tenang. Terus komunikasi dengan pihak PPIU masing-masing dan sumber resmi agar informasinya bisa dipertanggungjawabkan," tegas Anam.
Dampak Jalur Penerbangan dan Jalur Alternatif
Sejauh ini, dampak terhadap maskapai yang melayani penerbangan langsung (direct flight) dari Indonesia masih terkendali:
- Garuda Indonesia: Penerbangan ke Jeddah belum terdampak, namun rute ke Amsterdam dialihkan (reroute) melalui Kairo, Mesir.
- Lion Air: Penerbangan menuju Jeddah terpantau masih berjalan normal.
Meski demikian, sejumlah rute transit mengalami pembatalan. Ketua DPD Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Jatim, Mohamad Sufyan Arief, menyebutkan pembatalan berlaku untuk tujuan dan transit di beberapa kota besar.
"Kami mendapat pemberitahuan bila rute penerbangan yang dibatalkan hingga 2 Maret 2026 pukul 23.59 WIB adalah untuk tujuan Amman, Kuwait, Dubai, Abu Dhabi, Doha, Bahrain, Moscow, dan Peshawar," jelas Sufyan.
Kesaksian Jemaah di Mekkah
Moh Habib Abidulloh, seorang jemaah asal Kabupaten Ponorogo yang saat ini berada di Mekkah, melaporkan bahwa kondisi di Tanah Suci relatif kondusif. Meski ada isu ketegangan, aktivitas ibadah tetap berjalan.
"Aman, kalau di Mekkah alhamdulillah aman. Tapi sampai sekarang belum ada penundaan. Kata mutawif (pembimbing umrah) aman kalau penerbangan dari Jeddah langsung Indonesia," ungkap Habib.
Ia menambahkan, terdapat informasi bahwa rute kepulangan kemungkinan akan memutar untuk menghindari wilayah udara Iran.
"Kemarin tanya sama mutawif bilang lewatnya agak muter dan biasanya lewat jalur Iran juga sudah di atas. Situasi seperti ini muter," pungkasnya.
Meski di Mekkah terpantau aman, tantangan muncul bagi jemaah yang berada di Madinah. Beberapa laporan menyebutkan adanya jemaah yang tertahan dan belum bisa kembali ke Indonesia tepat waktu akibat ketegangan konflik.
Senada dengan hal itu, Ketua LAZISNU Jatim, Afif Amrullah, yang sedang mendampingi jemaah di Jeddah, berharap situasi segera membaik.
"Kami berharap semoga selalu diberi keselamatan dan kelancaran dalam menjalankan ibadah umrah dengan adanya peristiwa perang di Timur Tengah ini," kata Afif.
Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Eskalasi Konflik Timur Tengah: Kemenag Jatim Pastikan 9.400 Jemaah Umrah Terpantau Aman
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang