Strategi Digital Sederhana Dongkrak Omzet UMKM Jelang Lebaran
Momentum Ramadan menjadi berkah tersendiri bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama yang bergerak di sektor makanan dan minuman.
Salah satu yang merasakan lonjakan signifikan adalah Zulaikhah Cake, usaha kue rumahan di Kecamatan Bukit Intan, Pangkalpinang, Bangka Belitung.
Menjelang Idul Fitri, dapur produksi Zulaikhah nyaris tak berhenti beroperasi. Pesanan kue kering dan kue basah terus berdatangan, bukan hanya dari Pangkalpinang, tetapi juga dari berbagai kota di Indonesia.
Lonjakan tersebut tak lepas dari strategi digital sederhana yang dijalankan, yakni memanfaatkan Facebook dan WhatsApp untuk promosi dan transaksi.
Pemilik usaha, Zulaikhah (42), mengatakan Ramadan dan Lebaran menjadi periode panen terbesar dalam setahun.
“Kalau omzet lebaran meningkat sangat pesat dari kue kering dan kue basah. Ini peningkatannya bisa 17 kali lipat atau lebih dari 1.000% dari omzet bulanan kita yang biasa,” jelas Zulaikhah dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat 27 Februari 2026.
Dalam periode Lebaran, Zulaikhah mampu memproduksi sekitar 1,5 hingga 2 ton kue kering dengan melibatkan 20 hingga 30 pekerja. Angka tersebut jauh meningkat dibanding hari biasa yang hanya mempekerjakan sekitar tujuh orang.
Andalkan Facebook dan WhatsApp
Ilustrasi WhatsApp
Zulaikhah merintis usahanya sejak 2012 dengan modal awal Rp25 juta. Dalam perjalanannya, ia mengaku sempat mengalami pasang surut sebelum akhirnya mampu memperluas pasar.
Salah satu perubahan signifikan terjadi ketika pemasaran mulai dioptimalkan melalui media sosial dan aplikasi pesan instan, hingga terpilih sebagai UMKM binaan PT Timah Tbk (TINS), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID.
Melalui Facebook, ia mempromosikan produk sekaligus menjangkau konsumen baru. Sementara WhatsApp dimanfaatkan untuk menerima pesanan, berkomunikasi dengan pelanggan, serta mengatur pengiriman ke luar daerah.
Strategi ini terbilang sederhana, namun efektif. Pesanan tidak lagi hanya bergantung pada pelanggan sekitar, melainkan datang dari berbagai kota setelah promosi dibagikan secara daring.
“Sekarang pembelinya juga sudah dari berbagai kota di Indonesia,” tutur Zulaikhah.
Lonjakan permintaan menjelang Lebaran membuat kebutuhan bahan baku meningkat drastis. Arus produksi pun harus dijaga agar tetap stabil demi memenuhi pesanan tepat waktu.
Dengan kombinasi pemasaran digital sederhana dan momentum musiman Ramadan, usaha rumahan ini mampu mencatat pertumbuhan signifikan. Kenaikan omzet hingga 17 kali lipat menunjukkan bahwa pemanfaatan platform digital seperti Facebook dan WhatsApp dapat menjadi strategi efektif bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pasar tanpa investasi teknologi yang kompleks.