Makan Durian Usai Santap Olahan Kambing Bikin Stroke, Ini Kata Menkes

Sate kambing dan durian sering kali dianggap sebagai kombinasi makanan yang harus dihindari.
Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, meluruskan fakta makan durian yang bisa memicu stroke.
"Jawabannya ada benarnya, ada salahnya. Bukan berarti sekali makan langsung stroke saat itu juga, tapi kombinasi keduanya itu memang 'bom' bagi tubuh," tulis Budi dalam unggahan Instagram pribadi @bgsadikin, Jumat (6/2/2026).
Dalam konten bertajuk "Budi Gemar Sharing", Budi menjelaskan alasan makan durian setelah mengonsumsi kambing bisa memicu stroke.
Olahan daging kambing, seperti sate dan sop, cenderung tinggi lemak jenuh dan tinggi garam.
Jenis makanan seperti ini sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan buah tinggi gula, termasuk durian.
"Kalau keduanya digabung? Tekanan darah bisa naik, gula darah melonjak. Kombinasi yang kurang bijak kalau dimakan bersamaan. Kalau dimakan sekaligus, kasihan tubuh kita kerjanya jadi berat banget," ungkap Budi.
Cara aman makan durian usai konsumsi daging kambing
Proses membakar sate kambing untuk hidangan Idul Adha.
Meski berpotensi memicu stroke, kata Budi, durian dan daging kambing boleh saja dimakan bersamaan, selama tidak berlebihan menyantap bumbu sate kambing."Kalau lagi pengen sate atau gulai, saya cuma makan dagingnya. Kuah lemak dan bumbunya saya pinggirkan," saran Budi.
Sama halnya dengan sop kambing. Bila ingin makan durian setelah menikmati sajian ini, hindari mengonsumsi kuah banyak.
"Tuh liat kuahnya, ini kan lemak semua. Sehat? Ya enggak sehat, kalau enak, yaa enak sih," kata Budi.
Sebagai pengganti durian, Budi menyarankan untuk mengonsumsi buah dengan kandungan air tinggi dan rendah gula. Misalnya, semangka.
"Jadi duriannya disimpan buat besok-besok saja ya. Jangan ditumpuk hari ini semua," pungkas dia.
Makanan yang dihindari saat mengonsumsi durian
Dijuluki sebagai raja buah, durian kaya akan nutrisi dibandingkan kebanyakan buah lain, seperti dikutip Healthline, Senin (16/2/2026).
Seperempat kilogram durian mengandung empat gram protein, sembilan gram serat, dan berbagai vitamin, terutama vitamin B dan C.
Durian juga kaya akan senyawa tumbuhan yang bermanfaat bagi kesehatan, termasuk antosianin, karotenoid, polifenol, dan flavonoid. Banyak di antaranya berfungsi sebagai antioksidan.
Mengonsumsi durian dapat meningkatkan kekebalan tubuh, membantu mencegah kanker, menghambat aktivitas radikal bebas, memperbaiki pencernaan, memperkuat tulang, hingga meringankan gejala anemia.
Meski demikian, durian sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan sejumlah makanan, termasuk daging kambing, alkohol, kopi, serta makanan pedas, dikutip dari VN Express.
Menurut dokter Huynh Tan Vu dari Rumah Sakit Universitas Kedokteran dan Farmasi Kota Ho Chi Minh, durian sebaiknya tidak dikonsumsi bersama alkohol karena dapat menghasilkan panas tubuh berlebih.
Bagi penderita diabetes atau tekanan darah tinggi, kombinasi durian dan alkohol dapat menyebabkan sakit kepala, detak jantung cepat, dan, dalam kasus yang lebih parah, pendarahan dan stroke.
Demikian pula dengan perpaduan durian dan kopi. Menyantap makanan dan minuman ini secara bersamaan dapat menyebabkan masalah pencernaan dan terutama bau mulut.
Sebab durian mengandung sejumlah besar minyak yang mengandung sulfur, yang bila bercampur dengan kafein dalam kopi, dapat menghambat aktivitas enzim aldehida dehidrogenase.
Akibatnya, 70 persen ksidan sel tetap tidak termetabolisme, berpotensi menyebabkan toksisitas dalam tubuh.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang