Akses Darat Putus, Empat Warga Langsa Sewa Boat Rp 25 Juta untuk Pulang dari Banda Aceh

Empat warga asal Kota Langsa terpaksa memilih jalur laut Banda Aceh–Langsa setelah akses darat di sejumlah titik rusak total akibat bencana banjir dan jembatan ambruk.
Mereka menyewa boat dengan harga Rp 25 juta demi bisa pulang dan bertemu keluarga yang sudah hilang kontak selama empat hari.
Keempat warga tersebut adalah Peru (40) warga Matang Seulimeng, Bustami Husen (36) warga Gampong Jawa, Diki Fernando (39) warga Birem Puntong, serta Muhammad Mirza (48) warga Gampong Blang.
Mereka mengaku sudah tiga hari terkatung-katung di Banda Aceh karena tidak bisa pulang melalui jalur darat.
Akses Darat Putus Total
Peru menceritakan perjalanan mereka dari Banda Aceh pada Rabu (26/11/2025). Ia menyebut perjalanan mulai sulit ketika tiba di kawasan Luengputu, Pidie Jaya, karena jalan sudah tergenang air.
“Kami berangkat dari Banda Aceh pada Rabu siang. Saat tiba di kawasan Luengputu Pidie Jaya, air mengenangi jalan,” ujar Peru kepada Serambinews.com di Banda Aceh, Minggu (30/11/2025).
Masalah tidak berhenti di situ. Sesampainya di Meureudu, jembatan penghubung putus, memaksa mereka dialihkan ke jalan-jalan kampung. Setiba di Ulim, rombongan kembali dialihkan ke jalan nasional Banda Aceh–Medan.
Namun, perjalanan benar-benar tidak bisa dilanjutkan ketika mereka sampai di Kutablang, Bireuen.
“Perjalanan kami benar-benar terhenti sesampai di Kutablang Bireuen, karena jembatan Kutablang putus total,” kata Peru.
Putusnya jembatan Kutablang menjadi titik kritis yang membuat seluruh akses darat ke arah Timur Aceh lumpuh, termasuk menuju Lhokseumawe, Aceh Timur, dan Langsa.
Sewa Boat Rp 25 Juta, Berlayar 15 Jam
Karena tidak ada pilihan lain, mereka memutuskan untuk menyewa boat khusus dari Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh dengan biaya Rp 25 juta, yang rencananya berangkat pada Senin pagi (1/12/2025).
Bustami Husen mengumumkan rencana keberangkatan ini dan membuka peluang bagi warga Langsa lain yang ingin ikut menumpang jalur laut Banda Aceh–Langsa, dengan biaya Rp 1,2 juta per orang dengan menempuh perjalanan sekitar 15 jam.
Ia menegaskan, pilihan menggunakan jalur laut ini terpaksa diambil demi bisa bertemu keluarga.
Ingin Bertemu Keluarga yang Kehilangan Kontak
Bustami mengatakan ia sangat khawatir karena telah kehilangan kontak dengan istri dan ketiga anaknya selama empat hari. Kondisi keluarganya yang terjebak banjir membuatnya semakin cemas.
“Anak saya yang paling besar 5 tahun, yang kedua 4 tahun, dan yang bungsu baru 2 bulan. Terakhir kontak sama istri, dia bilang susu anak bungsu saya sudah habis,” ujar Bustami.
Selain untuk pulang, mereka juga membuka kesempatan bagi warga Langsa yang ingin menitipkan paket bantuan.
“Insya Allah kami akan salurkan ke rumah yang dituju. Saat penyaluran kami akan foto untuk pertanggungjawaban,” kata Bustami.
Sebelumnya, keempat warga ini datang ke Banda Aceh pada Senin (24/11/2025) untuk mengikuti kegiatan Kementerian ESDM yang berlangsung pada Selasa–Rabu (25–26/11/2025) di Hotel Hermes Banda Aceh.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut pengelolaan migas Aceh, dan diikuti oleh pengurus BUMD serta koperasi desa dari berbagai kabupaten penghasil minyak di Aceh.
Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Akses Jalan Putus, Empat Warga Langsa Pulang Naik Boat dari Banda Aceh, Mau Ikut?
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang