Banjir Bandang Lampung: 90 Rumah dan 7 Mobil Terendam, Jalan Terputus Dihantam Longsor

Banjir bandang melanda Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, usai hujan deras pada Senin (8/9/2025).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sedikitnya 90 rumah warga terendam dengan ketinggian air bervariasi, mulai dari 15 sentimeter hingga tiga meter.
Kepala Pelaksana BPBD Pesisir Barat, Imam Habibbudin, mengatakan banjir tersebar di enam kecamatan.
“Pendataan awal menunjukkan banjir di Pasar Mulya Barat merendam 10 rumah, Pasar Ulu Dua 12 rumah, Lebak 10 rumah, Mandiri Sejati 38 rumah, dan Laay 20 rumah,” kata Imam, Selasa (9/9/2025).
Tak hanya pemukiman, kantor pemerintahan pun ikut terdampak.
Banjir merendam area parkiran basement perkantoran Pemkab Pesisir Barat di Kelurahan Pasar Krui.
Setidaknya tujuh kendaraan terendam dengan ketinggian air mencapai tiga meter.
Hingga kini, tim BPBD masih melakukan penyedotan air.
Meski tidak ada korban jiwa, aktivitas masyarakat terganggu. Beberapa warga bahkan sempat dievakuasi.
Longsor dan pohon tumbang, akses jalan terputus
Cuaca ekstrem tak hanya memicu banjir, tetapi juga menyebabkan tanah longsor dan pohon tumbang di sejumlah wilayah.
Ilustrasi banjir.
- Kecamatan Way Krui: tanah longsor di Pekon Labuhan Mandi merusak satu rumah dan menutup jalan.
- Kecamatan Lemong: pohon tumbang di Pekon Rata Agung membuat akses lalu lintas terhambat.
BPBD masih bersiaga di lapangan untuk melakukan evakuasi, pemantauan banjir, serta membersihkan material longsor dan pohon tumbang yang menutup jalan.
Penyebab banjir bandang
Menurut BPBD, banjir terjadi akibat curah hujan tinggi yang membuat sungai-sungai meluap hingga merendam pemukiman.
Masyarakat diimbau tetap waspada mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.