Bantuan dari Luar Negeri Berdatangan, Warga Aceh Menanti Akses Bantuan Lebih Luas

Sudah lebih dari 20 hari pascabencana, korban banjir Sumatera masih bertahan di pengungsian.
Mereka belum dapat kembali ke rumah masing-masing karena kondisi rumah yang rusak dan tertimbun lumpur.
Di sebagian wilayah, mereka harus tidur dalam kegelapan karena aliran listrik belum pulih.
Banyak warga berteriak meminta tolong, mengharapkan datangnya bantuan, termasuk dari dunia internasional.
Dilansir dari pemberitaan , Selasa (16/12/2025), warga Desa Dayah Husen menghadapi kesulitan besar untuk membersihkan desa dan rumah mereka yang tertimbun lumpur tebal dan kayu-kayu besar akibat banjir.
Menurut Mukhlis (41), salah satu warga, satu-satunya cara untuk membersihkan kondisi tersebut adalah dengan menggunakan alat berat.
Muhammad Hendra Vramenia, warga Kabupaten Aceh Tamiang, meminta perhatian pemerintah pusat untuk menetapkan status Bencana Nasional agar bantuan internasional mudah masuk seperti saat tsunami Aceh 2004.
"Kalau tidak segera ditetapkan status Bencana Nasional, Aceh Tamiang ini tidak akan pulih dua tahun lamanya," tegas Hendra.
Bantuan dari luar negeri yang sudah tiba di Sumatera
Meski pemerintah belum membuka akses bantuan dari dunia internasional, tapi bantuan dari negara-negara tetangga sudah terus berdatangan.
Hanya berselang beberapa hari pasca bencana banjir Sumatera, Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) langsung menerima bantuan berupa obat-obatan dari kerabat (kenalannya) asal Malaysia.
Bantuan dari luar negeri itu pertama sekali diterima pada Sabtu (29/11/2025), berupa obat-obatan yang kemudian langsung disalurkan kepada korban terdampak parah di Aceh Utara.
Tidak lama setelah itu, Pemerintah Aceh kembali mendapatkan bantuan tenaga relawan tim pendeteksi mayat berasal dari China.
Mereka diterima langsung oleh Mualem di Pendopo Gubernur Aceh pada Sabtu (6/12/2025).
Lima tenaga ahli dari China tersebut datang untuk membantu mendeteksi mayat korban banjir bandang di Aceh yang tertimbun lumpur.
“Mereka punya alat mendeteksi mayat dalam lumpur. Ini sangat membantu,” kata Mualem.
Tim pendeteksi ini langsung diarahkan ke wilayah terdampak parah seperti Aceh Timur, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang.
Tim tersebut bukan atas nama pemerintahan negara setempat, tetapi dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
Dicukil dari , pada 11 Desember 2025, Mualem kembali menerima bantuan asal Negeri Jiran berupa obat-obatan sebanyak 3 ton ditambah sekitar 8 orang tenaga kesehatan.
Bantuan ini berasal dari Blu Sky Rescue Malaysia.
Kedatangan tim itu langsung dijemput oleh Mualem di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar.
Menurut Mualem, bantuan itu terdiri dari obat-obatan sebanyak 2 ton, dan satu tonnya lagi makanan untuk anak-anak.
Lalu pada Senin (15/12/2025) malam, Mualem kembali menerima bantuan, kali ini dari perusahaan multinasional Upland Resources yang beroperasi di United Kingdom, Malaysia, dan Indonesia.
Mualem menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan solidaritas yang diberikan Upland Resources.
Menurutnya, dalam kondisi bencana, semangat kemanusiaan harus menjadi landasan utama tanpa memandang latar belakang pihak pemberi bantuan.
“Pada prinsipnya kita ini kemanusiaan. Siapa saja yang menolong kita, tetap ikhlas kita terima. Siapa saja, di mana saja,” katanya.
Warga berterima kasih
Dilansir dari , Rabu, warga Desa Pante Lhong, Aceh, menyampaikan apresiasi kepada Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim dan masyarakat Negeri Jiran atas bantuan yang diberikan pascabencana banjir Sumatera.
Kepala Desa Pante Lhong, Murizal K mengatakan, bantuan yang datang dari Malaysia telah memberikan dorongan moral bagi warga yang tengah berupaya bangkit setelah desa mereka hancur diterjang air bah.
“Terutama kepada Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim dan rakyat Malaysia yang telah menunjukkan kepedulian kepada kami. Bantuan ini telah memulihkan semangat kami dan kesiapan untuk kembali menjalani aktivitas sehari-hari,” ujarnya dalam sebuah rekaman video yang dibagikan kantor berita Malaysia Bernama, Sabtu (13/12/2025).
Menurut Murizal, bantuan berupa obat-obatan dan pasokan makanan sangat dibutuhkan oleh masyarakat Desa Pante Lhong, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen.
Murizal yakin proses pemulihan pascabencana akan berlangsung lama. Karena itu, ia berharap dukungan dan bantuan kemanusiaan dapat terus berlanjut.
Ulurkan tanganmu membantu korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Di situasi seperti ini, sekecil apa pun bentuk dukungan dapat menjadi harapan baru bagi para korban. Salurkan donasi kamu sekarang dengan klik di sini