Rizky Febian Tak Tolak Hak Bintang, Minta Kejelasan Uang Rp 5 M dan Safety Box Lina

Sule, Lina Jubaedah, Teddy Pardiyana, Rizky Febian, Rizky Febian Tak Tolak Hak Bintang, Minta Kejelasan Uang Rp 5 M dan Safety Box Lina, Bukan menolak hak Bintang, Uang Rp 5 miliar dan surat pernyataan Lina, Kejanggalan safety box, Rizky ingin semua segera selesai

Sidang permohonan penetapan ahli waris yang diajukan Teddy Pardiyana di Pengadilan Agama (PA) Bandung ditegaskan bukan gugatan pembagian harta warisan. 

Namun di tengah proses tersebut, keluarga Sule tetap menyoroti keberadaan uang Rp 5 miliar dan isi safety box milik mendiang Lina Jubaedah.

Permohonan itu didaftarkan sejak 1 Desember 2025 dan berfokus pada penetapan status hukum Bintang, putri Lina dari pernikahannya dengan Teddy, sebagai ahli waris.

Kuasa hukum Teddy Pardiyana, Wati Trisnawati, menegaskan perkara ini bersifat administratif.

"Ini bukan gugatan pembagian warisan, tetapi permohonan penetapan ahli waris. Tidak ada objek harta yang dimohonkan," ujar Wati, dikutip dari , Selasa (10/2/2026). 

Sidang telah berlangsung beberapa kali dan memasuki tahap mediasi. 

Keluarga Sule, termasuk Rizky Febian dan saudara-saudaranya, tercatat sebagai pihak termohon dalam perkara tersebut.

Bukan menolak hak Bintang

Rizky Febian menegaskan kehadirannya di persidangan bukan untuk mempermasalahkan hak adiknya. 

Sebagai anak sulung Lina dan Sule, ia mengaku justru ingin memastikan seluruh hak ahli waris, termasuk Bintang, terlindungi secara hukum.

Menurut Rizky, hak waris tidak akan hilang selama memang menjadi bagian yang semestinya diterima.

"(Warisan) enggak akan ke mana-mana, toh sudah haknya. Dosa atuh buat aku kalau disalahgunakan. Apalagi aku anak pertama, jadi lebih mengutamakan memang haknya," kata Rizky.

Suami penyanyi Mahalini itu juga menampik anggapan bahwa dirinya dan keluarga bersikap diam. 

Rizky menyebut kehati-hatian diperlukan agar seluruh data aset jelas sebelum berbicara lebih jauh soal pembagian.

"Kita juga harus tahu asetnya ke mana saja, dari mana saja, di mana saja. Mana yang memang hak saya dan mana yang sudah menjadi hak waris adik-adik," jelasnya.

Uang Rp 5 miliar dan surat pernyataan Lina

Meski permohonan yang diajukan bukan gugatan pembagian harta, keluarga Sule tetap mempertanyakan keberadaan sejumlah aset.

Sule dan Rizky Febian ingin ada kejelasan mengenai uang Rp 5 miliar di rekening Lina serta beberapa surat berharga yang tercantum dalam surat pernyataan mendiang Lina. 

Uang tersebut disebut sebagai pemberian Sule saat proses perceraian.

Sule menegaskan, jika harta tersebut memang harta bawaan Teddy dan Lina, pihaknya tidak mempermasalahkan penetapan ahli waris.

"Kalau misal harta bawaan dia sama almarhumah, enggak jadi masalah mau ditetapkan enggak jadi masalah," ujar Sule.

Namun, ia menyoroti adanya uang milik Rizky yang secara pernyataan disebut tidak akan diambil haknya.

“(Masalahnya) Ada uang Iky, dan secara pernyataan pun (Teddy) tidak akan menghaki itu,” kata Sule.

Kejanggalan safety box

Keluarga juga menyoroti peristiwa terkait safety box milik Lina. 

Sule mengungkapkan bahwa Teddy sempat menyerahkan kunci safety box kepada Putri Delina.

Namun saat Putri mendatangi bank untuk mengambil isinya, pihak bank menyatakan bahwa dua hari sebelumnya sudah ada pihak yang membuka safety box tersebut.

Peristiwa itu memunculkan tanda tanya di pihak keluarga.

Rizky ingin semua segera selesai

Di tengah proses hukum yang berjalan, Rizky Febian berharap persoalan ini segera menemukan titik terang. 

Ia mengaku ingin mendapat kejelasan terkait haknya dan hak adik-adiknya.

"Yang penting sekarang aku pengin kelar semuanya. Mana hak saya, mana yang seharusnya punya saya, saya pengin beres," ucap Rizky, dikutip dari , Rabu (11/2/2026). 

Ia menambahkan, dirinya tidak bisa terus berlarut dalam persoalan ini karena memiliki tanggung jawab sebagai suami dan ayah.

"Kalau saya mah suami bertanggung jawab, saya harus menafkahi, saya mandiri, udah enggak minta sama orangtua, enggak minta kemana-mana," ungkapnya. 

Rizky juga mengaku sedih karena persoalan warisan kembali membuka luka kehilangan ibunya. Lina Jubaedah meninggal dunia pada 4 Januari 2020.

Meski demikian, ia menegaskan tidak ingin memperkeruh suasana dan hanya mengharapkan kejelasan agar semua pihak dapat melangkah ke depan dengan tenang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang