Dicoret Klub, Pemain Liga Spanyol Datangai FAM Minta Kejelasan Sanksi FIFA
Drama tujuh pemain naturalisasi Malaysia yang disanksi FIFA memasuki babak baru. Beberapa di antaranya, termasuk pemain yang berkarier di Liga Spanyol, Facundo Garces langsung datang ke Kuala Lumpur untuk menemui Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM).
Kehadiran mereka bukan tanpa alasan. Para pemain ingin meminta kejelasan terkait status hukuman FIFA yang membuat masa depan karier klub maupun timnas mereka terancam.
Berdasarkan laporan Harian Metro, empat pemain yang berkarier di luar Malaysia sudah berada di ibu kota untuk mencari solusi.
"Empat pemain keturunan [asing] yang berkarier di luar negeri sudah berada di ibukota mencari jalan penyelesaian terkait hukuman dari FIFA terhadap tujuh pemain Harimau Malaya," tulis Harian Metro.
Empat pemain naturalisasi yang dimaksud adalah Rodrigo Holgado, Gabriel Palmero, Facundo Garces, dan Imanol Machuca. Mereka diketahui merumput di luar Malaysia, salah satunya Facundo Garces di Liga Spanyol yang memperkuat Deportivo Alaves.
Sementara tiga pemain lainnya memperkuat klub lokal raksasa Johor Darul Ta’zim (JDT), yakni Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.
Kabar kedatangan mereka ke Malaysia juga dikonfirmasi jurnalis Kolombia, Nany Florez, lewat unggahan di media sosial X.
"Rodrigo Holgado sudah berada di Malaysia bersama perwakilannya. Pemain America de Cali itu pergi [ke Malaysia] akibat sanksi FIFA terhadap tim nasional [Malaysia] dan enam pemain lainnya," tulis Nany.
"Sang striker berharap persoalan segera selesai. Ada waktu 10 hari untuk mengajukan banding," tambahnya.
Sebelumnya, pada Jumat 26 September 2025, FIFA resmi menjatuhkan sanksi berat kepada tujuh pemain naturalisasi Malaysia. Mereka dikenai denda 2.000 CHF (sekitar Rp41,8 juta) plus larangan bermain selama 12 bulan.
Tak hanya pemain, FAM juga harus menanggung denda 350 ribu CHF (sekitar Rp7,3 miliar). Sanksi tersebut dijatuhkan lantaran FIFA menilai ada pemalsuan dokumen naturalisasi tujuh pemain tersebut.
Dengan adanya waktu banding 10 hari, para pemain kini menaruh harapan besar agar FAM bisa bergerak cepat mengupayakan keringanan.