Di Acara NU, Prabowo Ingatkan Para Pemimpin untuk Rukun dan Jauhi Dendam
Adapun hal itu diungkapnya saat menghadiri Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama. Menurut Prabowo, tidak ada bangsa yang bisa maju jika para pemimpinnya tidak rukun dan kompak.
"Tidak ada bangsa yang kuat, tidak ada bangsa yang bisa maju kalau pemimpin-pemimpinnya tidak rukun. Karena itu, saya selalu mengajak semua unsur mari kita bersatu," kata Presiden Prabowo, Minggu, 8 Februari 2026.
Mantan Menteri Pertahanan ini menegaskan, perbedaan pendapat, persaingan, dan perdebatan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Tapi, lanjutnya, semua perbedaan tersebut harus berujung pada persatuan.
Dirinya pun menekankan pentingnya para pemimpin untuk mengedepankan kepentingan rakyat dan menjauhkan diri dari sikap dendam, kebencian serta rasa dengki.
Ia juga mengutip pepatah Jawa Mikul Dhuwur, Mendhem Jero, yang berarti menjunjung tinggi jati diri dan memberi penghormatan kepada orang lain.
Menurut Prabowo, walau terdapat perbedaan pendapatan dan pandangan, namun para pemimpin harus selalu bermusyarawah untuk bersatu dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat Indonesia.
"Guru-guru kita, kiai-kiai kita, leluhur kita mengajarkan selalu Mikul Dhuwur Mendhem Jero, tidak boleh ada rasa benci, tidak boleh ada rasa dendam. Berbeda tidak masalah, sesudah berbeda cari persatuan, cari kesamaan musyawarah untuk mufakat itu kepribadian bangsa Indonesia," ujar dia.
Prabowo juga mengingatkan bahwa sejak dilantik pada 20 Oktober 2024, dia telah bersumpah menjalankan Undang-Undang Dasar 1945, dengan tujuan nasional utama melindungi segenap tumpah darah Indonesia.
Menurutnya, perlindungan tersebut mencakup perlindungan dari berbagai ancaman, mulai dari ancaman fisik, kemiskinan, kelaparan hingga keterbatasan akses layanan kesehatan dan pendidikan.
Ia menegaskan komitmennya untuk setia mengabdi kepada bangsa dan rakyat Indonesia demi mewujudkan kesejahteraan yang berkeadilan bagi seluruh rakyat.
Sebelumnya diberitakan, Presiden RI Prabowo Subianto bertolak menuju Provinsi Jawa Timur dalam rangka melaksanakan kunjungan kerja pada Sabtu, 7 Februari 2026.
Kepala Negara bersama rombongan terbatas lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta pada pukul 17.30 WIB.
Setibanya di Jawa Timur, Presiden Prabowo akan menggelar sejumlah pertemuan pada malam hari ini. Keesokan harinya, Presiden diagendakan untuk menghadiri Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang akan diikuti oleh lebih dari 100 ribu jemaah.
Mujahadah Kubro ini merupakan simbol kekuatan dan refleksi NU untuk menjadi kekuatan sosial keagamaan bangsa.
Selain itu, kehadiran Presiden pada kesempatan ini menjadi simbol kehadiran negara dalam memperkokoh sinergi antara pemerintah dan ulama dalam menjaga stabilitas sosial, serta mendorong kemajuan bangsa di tengah tantangan global. (Ant)