BERITA FOTO: Ketika Banjir Mengubah Wajah Kota, Pray for Sumatera
Banjir dan tanah longsor menerjang sejumlah wilayah Tanah Air dalam beberapa waktu terakhir.
Baru-baru ini banjir terjadi di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
Selain menimbulkan korban jiwa dan ribuan warga yang terdampak, banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar tersebut membuat akses darat terputus, sehingga menyebabkan evakuasi dan distribusi bantuan sulit untuk menjangkau wilayah-wilayah terdampak.
Pray for Sumatera
Foto udara kawasan perumahan elit yang terdampak banjir bandang di Lubuk Minturun, Padang, Sumatera Barat, Kamis (27/11/2025). BPBD Padang mencatat, sebanyak lima orang tewas akibat banjir bandang di Sungai Lubuk Minturun itu, sementara sejumlah rumah dilaporkan hanyut dan sejumlah kendaraan rusak terseret banjir.
Tagar Pray for Sumatera pun ramai di media sosial, sebagai bentuk dukungan moril dan wujud keprihatinan terhadap bencana yang terjadi.
"Banjir besar ini telah menelan korban jiwa, memicu penyakit kulit, memadamkan arus listrik di berbagai wilayah, dan mengakibatkan kerugian material serta immaterial yang tidak terhitung," ucap Anggota DPR asal Dapil Aceh, Nasir Djamil dalam keterangannya, Jumat (28/11/2025).
Banjir yang terjadi di 3 provinsi tersebut imbuhnya, telah memenuhi indikator bencana nasional yang diatur dalam UU No 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, Peraturan Pemerintah No 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana, serta Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana dalam Keadaan Tertentu.
Foto udara permukiman penduduk yang terendam banjir di Desa Teupin Peuraho, Arongan Lambalek, Aceh Barat, Aceh, Kamis (27/11/2025). Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalop PB) Badan Penanggulangan Bencana Aceh menyatakan sebanyak 16 kabupaten/kota di Aceh terdampak banjir dengan rincian 33.817 kepala keluarga atau 119.988 jiwa terdampak serta 20.759 jiwa mengungsi dan tiga orang meninggal dunia.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan, Pemprov Aceh, Sumut, dan Sumbar telah menetapkan status darurat bencana.
Status darurat bencana ditetapkan setelah terjadinya banjir besar yang berdampak terhadap ketiga provinsi tersebut.
Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan, badai siklon tropis Senyar telah memicu hujan sangat lebat, angin ekstrem, banjir, longsor, serta gangguan transportasi laut di tiga provinsi.
"Jadi dalam beberapa hari ini memang terjadi bencana banjir dan tanah longsor. Jadi ini yang disebabkan oleh danya siklon tropis Senyar yang tadinya 21 berada di Semenanjung Malaya sebelah barat, itu masih Bibit Siklon Tropis 95B. Kemudian kita melihat dan kemarin tanggal 26 dia lahir menjadi siklon tropis," katanya saat rapat koordinasi percepatan penanganan bencana di Gedung Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Kamis (27/11/2025).
Menurutnya, dampak dari siklon tropis Senyar cukup dahsyat, karena Ketika menginjak daratan Sumatera, badai akan berputar dari Aceh Timur, kemudian keluarnya ke Aceh Tamiang.
Korban banjir Sumatera
Foto udara permukiman penduduk yang terendam banjir di Desa Teupin Peuraho, Arongan Lambalek, Aceh Barat, Aceh, Kamis (27/11/2025). Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalop PB) Badan Penanggulangan Bencana Aceh menyatakan sebanyak 16 kabupaten/kota di Aceh terdampak banjir dengan rincian 33.817 kepala keluarga atau 119.988 jiwa terdampak serta 20.759 jiwa mengungsi dan tiga orang meninggal dunia.
Data dari Kepolisian dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), data korban banjir dan longsor di Sumut per Kamis (27/11/2025) total ada 48 korban meninggal dan 88 lainnya hilang.
Di Sumbar, tercatat 9 orang meninggal.
Perinciannya, 5 orang akibat banjir di Padang, 3 orang karena banjir bandang di Agam, dan 1 orang akibat tertimbun longsor di Agam.
Sementara itu, berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Aceh, jumlah warga yang meninggal dunia berjumlah 30 orang, per Kamis (27/11/2025).
Dukungan TNI untuk banjir Sumatera
Foto udara kawasan terdampak banjir bandang di Lubuk Minturun, Padang, Sumatera Barat, Kamis (27/11/2025). BPBD Padang mencatat, sebanyak lima orang tewas akibat banjir bandang di Sungai Lubuk Minturun itu, sementara sejumlah rumah dilaporkan hanyut dan sejumlah kendaraan rusak terseret banjir
TNI Angkatan Laut pun mengerahkan sejumlah alat sistem senjata (alutsista) dan pasukan khusus untuk membantu penanganan bencana alam banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah di Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul mengatakan, pihaknya mengerahkan kapal bantu rumah sakit KRI Soeharso-990 serta KRI Semarang-594 untuk mendukung pengiriman logistik, pergeseran pasukan, dan evakuasi korban.
Selain itu, KRI Teluk Banten-516, KRI Teluk Gilimanuk-531, dan KRI Teluk Celukan Bawang-532 juga disiagakan untuk membawa bantuan berupa bahan kontak, tenda lapangan, peralatan Kesehatan, dan perahu karet.
Foto udara pengendara melintasi jalan nasional Medan-Banda Aceh yang terendam banjir di Desa Peuribu, Arongan Lambalek, Aceh Barat, Aceh, Kamis (27/11/2025). Bencana banjir yang melanda 16 kabupaten/kota di Aceh selain berdampak pada ratusan ribu warga juga merusak sejumlah badan jalan dan jembatan sehingga memutuskan akses transpotasi darat.
TNI juga turut mengerahkan KRI Brawijaya-320 untuk memperkuat upaya penanggulangan bencana alam yang terjadi.
Kekuatan udara pun dikerahkan untuk membantu banjir yang terjadi yakni 4 helicopter onboard dari Puspenerbal, prajurit Kopaska yang akan membantu evakuasi, pembersihan area terdampak, serta penyaluran bantuan kepada masyarakat.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang