Prabowo Singgung “Kelompok Garong” yang Tak Ingin Pemerintahan Bersih

Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa saat menghadiri pengukuhan pengurus MUI 2025-2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2/2026).
Prabowo mengaku, selepas dilantik menjadi kepala negara, ia langsung mempelajari data dan fakta terkait hal tersebut.
"Luar biasa kekayaan kita, kekayaan kita luar biasa, Yang Kuasa telah memberi karunia kepada kita karunia yang luar biasa," ujarnya, dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden.
Namun, yang menjadi masalah saat ini adalah, apakah Indonesia mampu menjaga dan mengelola kekayaan tersebut.
"Apakah kita berani mengakui bahwa bangsa ini masih banyak kesulitan dan kelemahan?" ungkapnya.
Ia menyatakan sudah mengajak semua pihak untuk bersatu menjaga kekayaan bangsa Indonesia. Termasuk salah satunya dengan berani memberantas korupsi dari bumi Indonesia.
Diserang kelompok garong
Namun menurutnya, memberantas korupsi bukanlah hal yang mudah karena para koruptor melakukan perlawanan balik.
Prabowo menyebut bahwa para koruptor selalu ingin membuat kerusuhan dan adu domba di antara masyarakat.
"Ini tidak ringan. Tiap kali kita mau berantas, tiap kali kita mau menegakkan hukuman, menegakkan keadilan, kita mau menegakkan hukum, tiap kali kelompok koruptor, kelompok perampok-perampok ini, kelompok-kelompok garong ini menyerang balik," ujarnya.
"Mereka selalu ingin bikin kerusuhan, selalu ingin adu domba di antara kita. Kenapa? Karena mereka tidak ingin ada pemerintah yang bersih di bumi Indonesia ini," ungkapnya.
Meski begitu, Prabowo tegas tak akan mundur memberantas korupsi karena sudah disumpah untuk menegakkan hukum.
"Karena itu saya tidak akan ragu-ragu, saya tidak akan mundur setapak pun," ucapnya.
Singgung dana umat
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyinggung soal dana umat.
Prabowo mengaku mendapat laporan dari Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar terkait potensi dana umat.
Menurut laporan itu, pengumpulan dana umat bisa mencapai minimal Rp 500 triliun per tahun jika dikelola dengan baik.
"Saya diberi laporan oleh Menteri Agama kalau dana umat semua dikelola dengan baik itu bisa jumlahnya itu minimal Rp 500 triliun satu tahun," kata Prabowo, dilansir dari , Sabtu.
Karena hal inilah, Prabowo menyambut baik pembentukan lembaga pengelolaan dana umat untuk berbagai kebutuhan masyarakat.
Ia berharap lembaga itu mampu mengoptimalkan potensi tersebut.
"Kalau tidak salah nanti akan dibentuk lembaga pengelolaan dana umat," bebernya.
Prabowo juga menekankan pentingnya persatuan antara ulama dan umarah (penguasa/pemerintah) sebagai fondasi kebangkitan Indonesia.
Ia berharap ulama mendukung berbagai program baik pemerintah, salah satunya pemberantasan korupsi.
"Kita harus menjaga republik ini. Kita harus menjaga kekayaan bangsa kita. Kita harus berani memberantas korupsi dari bumi Indonesia," ungkap Prabowo.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang