Menteri Maman Ungkap Program 'Gentengisasi' Prabowo Bisa Jadi Rezeki Baru Buat Pelaku UMKM
Kebijakan gentengisasi yang mendorong penggunaan genteng sebagai atap hunian, dinilai membuka peluang besar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor material bangunan. Hal tersebut disampaikan Menteri UMKM Maman Abdurrahman.
Ia menyatakan, program yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto tersebut berpotensi meningkatkan permintaan pasar secara signifikan, khususnya bagi pengrajin genteng lokal.
Menurut Maman, setiap kebijakan yang mewajibkan penggunaan komponen dalam negeri akan berdampak langsung terhadap kenaikan kebutuhan pasar. Kondisi ini harus segera direspons pelaku UMKM dengan kesiapan produksi agar tidak kehilangan momentum.
“Pada saat ada kebijakan ini, demand-nya kan akan naik. Pada saat demand-nya naik, berarti kan harus didukung dengan supply yang kuat,” kata Maman usai hadir dalam Konferensi Pers 12th Annual Indonesia Economic Forum (IEF) 2026 sekaligus Curtain Raiser ION, di Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.
Ia menilai sektor UMKM yang bergerak di bidang material dan pendukung konstruksi memiliki ruang ekspansi yang luas melalui program gentengisasi. Selama ini, banyak pelaku usaha kecil kesulitan masuk ke rantai pasok pembangunan skala besar. Kebijakan ini dinilai menjadi pintu masuk bagi produsen lokal untuk terlibat langsung dalam proyek pembangunan nasional.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman
Maman menegaskan pemerintah tidak hanya berperan melalui regulasi, tetapi juga menaruh perhatian pada kesiapan pelaku usaha dari sisi kapasitas dan mutu produksi.
“Ini adalah ruang dan opportunity bagi teman-teman usaha mikro kecil untuk memproduksi genteng-genteng di Indonesia. Artinya, ini peluang bagi pengusaha yang bergerak di sektor material dan supporting bangunan,” ucapnya.
Ia mengakui belum ada data rinci terkait jumlah pengrajin genteng UMKM yang aktif saat ini. Namun, dengan adanya kepastian pasar dari kebijakan gentengisasi, ia optimistis jumlah pelaku usaha akan terus bertambah. Fokus kementerian, lanjutnya, adalah mendorong peningkatan standar kualitas agar produk genteng lokal mampu memenuhi kebutuhan proyek secara berkelanjutan.
Program gentengisasi sendiri mencuat dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah beberapa hari lalu. Presiden Prabowo menyoroti dominasi penggunaan atap seng di wilayah pedesaan.
Dalam iklim tropis, material seng dinilai memperparah suhu panas di dalam rumah sehingga kurang ideal untuk kenyamanan hunian.
Dengan kebutuhan perumahan yang tersebar luas di berbagai daerah, kebijakan gentengisasi diperkirakan menciptakan pasar domestik yang stabil bagi UMKM material bangunan. Tantangan ke depan terletak pada kesiapan produksi massal, konsistensi mutu, serta penguatan rantai pasok lokal agar lonjakan permintaan benar-benar dapat dipenuhi oleh produsen dalam negeri.