Tragedi Evakuasi ODGJ di Kebumen, Ibu Ungkap Keluarga Hidup dalam Ketakutan
Keluarga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang diduga melakukan penyerangan terhadap petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Kebumen akhirnya buka suara.
Ibu kandung ODGJ yang terlibat insiden tersebut, Mursiyah mengaku bahwa keluarga sudah lama menghadapi perilaku tak terkendali anaknya.
Seperti diketahui, evakuasi ODGJ di Desa Krakal, Kecamatan Alian, Kebumen berujung kematian seorang petugas Satpol PP dan dua orang TNI mengalami luka ringan.
Lantas, bagaimana tanggapan keluarga ODGJ tersebut?
Keluarga hidup dalam ketakutan
Menurut penuturan Mursiyah, ODGJ terduga pelaku penyerangan telah mengalami gangguan jiwa sejak 10 tahun lalu.
Sehari-hari, anaknya duduk-duduk di luar rumah salah satunya yakni Pasar Jadi.
"Anak saya itu sudah sakit jiwa hampir 10 tahun. Seringnya ya di luar, di Pasar Jadi, duduk-duduk begitu," ujar Mursiyah, dikutip dari , Kamis (5/2/2026).
Keluarga Mursiyah selama ini hidup dalam ketakutan karena perilaku anaknya yang tidak terkendali.
Ia bercerita, emosi anaknya kerap meledak-ledak dan ucapannya sering kali tidak beraturan.
"Sering ngamuk, sering marah-marah. Kadang ngomongnya juga sudah nggak karuan. Kami sekeluarga sebenarnya takut dan khawatir," tuturnya.
Proses evakuasi ODGJ yang berujung tragedi tersebut membuat Mursiyah terpukul.
Ia mengaku tidak pernah menginginkan insiden itu terjadi.
Menurutnya, anaknya tidak bisa berpikir sewajarnya manusia pada umumnya karena kondisi kejiwaan yang terganggu.
"Kami juga nggak mau sampai terjadi seperti ini. Namanya orang sakit, kadang nggak bisa mikir normal," kata Mursiyah.
Kronologi evakuasi berujung tragedi
Tim gabungan yang terdiri dari Polsek Alian, Koramil Alian, Satpol PP Kebumen, perangkat desa, tenaga kesehatan Puskesmas Alian, dan keluarga ODGJ melakukan evakuasi pada Senin (2/2/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.
Sebelum tim memutuskan bertindak, proses evakuasi menggunakan pendekatan persuasif terlebih dulu.
Pendekatan ini dipilih demi keamanan hingga pasien dapat diamankan dan digiring masuk ke dalam ambulans.
Namun, situasi berbah ketika ODGJ yang hendak dievakuasi mengamuk dan melakukan penyerangan terhadap petugas.
Menurut kesaksian di lokasi, pelaku membawa sejumlah senjata tajam dan benda tumpul seperti sabit, pisau daging, serta linggis.
Dalam kejadian itu, anggota Satpol PP Mochamad Faik mengalami luka di leher sebelah kiri dan sempat mendapat pertolongan pertama.
Ia pun dirujuk dari Puskesmas Alian ke RS Jenderal Soedirman. Namun, sekitar 30 menit setelah dirujuk, korban dinyatakan meninggal akibat pendarahan hebat.
Selain Mochamad Faik, dua TNI anggota Koramil Alian mengalami luka ringan.
Saat ini, pihak kepolisian telah melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti dalam insiden tersebut. Mereka berusaha mengungkap rangkaian peristiwa secara menyeluruh.
Selain itu, ODGJ tersebut sudah mendapat penanganan medis dan menjalani observasi kejiwaan. Nantinya, hasil observasi itu akan digunakan polisi untuk menentukan apakah perlu tindakan hukum selanjutnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang