Ibu Angkat Ungkap Detik-detik Ressa Rizky Diserahkan saat Masih Bayi Usia 10 Hari, Denada di Mana?

Denada dan Al Ressa Rizky Rosano
Denada dan Al Ressa Rizky Rosano

 Tabir kisah penyerahan bayi yang melibatkan Ressa Rizky Rossano perlahan mulai terkuak. Di tengah gugatan penelantaran anak yang kini menyeret nama penyanyi Denada, pihak Ressa akhirnya membeberkan kronologi detail peristiwa yang terjadi lebih dari dua dekade silam.

Dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Jakarta Selatan, Ratih selaku ibu angkat Ressa mengungkap momen pertama kali dirinya menerima sang bayi. Peristiwa itu terjadi di Surabaya pada tahun 2002, ketika Ressa masih berusia sepuluh hari. Scroll untuk tahu cerita lengkapnya, yuk!

Ratih menuturkan, proses penyerahan dilakukan secara singkat dan jauh dari suasana kekeluargaan. Bayi Ressa dijemput di sebuah hotel yang berada tak jauh dari Bandara Surabaya. Namun, yang mengejutkan, Denada disebut tidak berada di lokasi saat penyerahan tersebut berlangsung. Jika pernyataan ini benar, Denada kala itu berusia sekitar 23 tahun.

"Tahun 2002. Umur 10 hari. Waktu itu masih di Bandara Surabaya sebelum ada (Denada). Jadi dijemput sama bapaknya Ressa dan emak yang biasa masak di rumah. Dijemput di Bandara Surabaya, dibawa ke hotel dulu, kami ambil di hotel," jelas Ratih kepada awak media.

Lebih lanjut, Ratih menyebut bahwa bayi tersebut tidak diserahkan langsung oleh Denada, melainkan oleh keluarga sang penyanyi. Sosok yang memberikan bayi itu adalah nenek kandung Denada, yang juga merupakan buyut dari Ressa.

"Tapi tanpa Denada. Neneknya Denada yang memberikan. Neneknya, buyutnya Ressa ini. Katanya dulu 'Enggak usah khawatir soal susu, pasti datang truk-trukan', ini itu, tapi enggak ada semua," bebernya.

Janji-janji bantuan yang disampaikan pihak keluarga Denada, menurut Ratih, tak pernah terwujud hingga bertahun-tahun kemudian. Meski demikian, Ratih memilih memendam cerita tersebut demi menjaga perasaan Ressa yang tumbuh besar di bawah asuhannya.

Ia mengaku selama ini menutup rapat fakta tersebut, bahkan ketika lingkungan sekitar mulai berspekulasi soal asal-usul Ressa. Ratih memilih menyangkal dan memberikan keyakinan penuh kepada anak yang telah ia rawat puluhan tahun itu.

"Tapi saya tetap menutup-nutupi. Saya bilang 'Enggak, kamu lahir dari perut Mama'. Sampai sekarang saya enggak pernah ngomong kalau ini anaknya orang lain. Tapi dia cari kebenaran itu sendiri," tambah Ratih.

Sementara itu, proses hukum yang berjalan di Pengadilan Negeri Banyuwangi disebut menemui hambatan. Pihak Denada dikabarkan telah tiga kali tidak hadir dalam agenda mediasi yang dijadwalkan.

Menanggapi situasi tersebut, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, menegaskan pihaknya siap membawa perkara ini ke tahap pembuktian ilmiah jika upaya damai terus menemui jalan buntu.

"Kalau dia nanti mau mengajak soal pengakuan secara de jure, ya kemajuan teknologi kan sudah ada, fasilitas tes DNA sudah ada. Jangan sampai menarik ke sana, lebih baik pengakuan secara tegas saja," tegas Ronald.

Ia menambahkan, tes DNA akan menjadi jalan terakhir yang tak terbantahkan, mengingat tingkat akurasi metode tersebut yang sangat tinggi.

"Langkah akhir yang saya ambil harusnya ya Tes DNA. Di mana akurasi datanya kan sudah 99,99 persen. Kalau itu pun yang akan diambil, ya sudah. Saya cuma butuh putusan pengadilan. Terlepas nanti akibatnya gimana, saya hanya menjaga hak anak ini," pungkasnya.