Evakuasi ODGJ di Kebumen Berujung Tewasnya Anggota Satpol PP, Situasi Tak Terduga Jadi Evaluasi
Polisi merujuk orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang diduga menyerang anggota Satpol PP Kabupaten Kebumen hingga meninggal dunia ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prembun.
Langkah tersebut menjadi bagian dari penanganan medis dan hukum setelah insiden evakuasi di Kecamatan Alian.
Sebelumnya telah diberitakan bahwa terjadi insiden seorang anggota Satpol PP meninggal dunia dan dua anggota TNI terluka dalam upaya proses evakuasi ODGJ pada Senin (2/2/2026) siang.
Polisi rujuk ODGJ untuk observasi kejiwaan
Kasat Reskrim Polres Kebumen AKP Dwi Atma Yofi Wirabrata mengatakan polisi memutuskan merujuk ODGJ ke RSUD Prembun untuk memastikan kondisi kejiwaannya.
"Untuk orang yang diduga ODGJ tersebut saat ini kami rujuk ke RSUD Prembun untuk dilakukan observasi, mengingat yang bersangkutan memang sering menjadi pasien dari Puskesmas setempat," ujar Dwi, dikutip dari , Selasa (3/2/2026).
Dalam pejelasannya, Dwi mengatakan bahwa hasil observasi kejiwakan akan dijadikan dasar menentukan langkah lanjutan.
Hasil ini juga menjadi acuan kepolisian akan mengambil tindakan hukum atau tidak.
Tim gabungan lakukan evakuasi
Dwi menambahkan, tim lintas sektor sejak awal menangani evakuasi tersebut.
Satpol PP, Polri, TNI, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas Alian dan RSUD Prembun terlibat langsung dalam kegiatan di lapangan.
"Evakuasi melibatkan Satpol PP, Polsek setempat, Koramil, Puskesmas, serta tenaga medis dari RSUD Prembun. Karena yang bersangkutan kerap membawa senjata tajam, maka diminta perkuatan," kata Dwi, dikutip dari , Rabu.
Sebelum melakukan evakuasi, tim gabungan terlebih dahulu berkoordinasi untuk menentukan langkah yang akan diambil.
Situasi lapangan berubah tak sesuai perkiraan
Kepala Satpol PP Kabupaten Kebumen, Ira Puspitasari, menyebut petugas sebelumnya telah mengambil langkah persuasif sebelumnya.
Namun rupanya pendekatan persuasif tidak membuahkan hasil. Oleh karena itu, tim gabungan mendobrak pintu.
Ketika evakuasi dilakukan, situasi di lapangan berubah secara cepat menjadi tidak terduga.
"Namun, situasi di lapangan berkembang di luar perkiraan. ODGJ tersebut melakukan perlawanan dengan membawa senjata tajam dan benda tumpul," ujar Ira, dikutip dari , Selasa.
Menurut penuturan AKP Dwi, tim gabungan tiba di lokasi sekitar pukul 14.30. Ketika tim datang, ODGJ berada di dalam rumah dan mengunci dirinya.
Setelah dibujuk tetapi tidak berhasil, tim memutuskan membuka paksa pintu rumah. Namun saat pintu terbuka, ODGJ tersebut membawa senjata tajam.
Saat dibujuk, ODGJ tiba-tiba menyerang petugas dengan sabit.
"Terjadi insiden di mana sabit yang dibawa oleh orang yang diduga ODGJ ini dipukulkan ke anggota Satpol PP," ujar Dwi.
Serangan tersebut mengakibatkan satu anggota Satpol PP meninggal dunia dan satu personel dari Koramil mengalami luka.
Polisi jadikan peristiwa ini bahan evaluasi
Dwi menilai peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi bersama dalam penanganan ODGJ yang memiliki potensi membahayakan petugas maupun masyarakat.
"Kejadian ini bisa menjadi rujukan agar ke depan ada langkah-langkah khusus dalam penanganan kasus serupa," kata Dwi.
Ira menambahkan, Satpol PP Kebumen akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur penanganan di lapangan.
"Kami akan menjadikan kejadian ini sebagai evaluasi bersama agar ke depan keselamatan petugas di lapangan dapat lebih diutamakan," ucapnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang