Ibu Balita di Karawang Ungkap Sandiwara Pacar Usai Siksa Balitanya Secara Sadis di Kamar Hotel

Kasus kekerasan terhadap anak kembali mengguncang publik. Seorang balita laki-laki berinisial NA (2,5) di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menjadi korban penganiayaan sadis yang diduga dilakukan oleh pacar ibunya sendiri, berinisial I (30).
Peristiwa memilukan ini terjadi di sebuah kamar hotel di wilayah Karawang Barat pada Kamis (12/2/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka serius di bagian lidah dan mata hingga harus menjalani perawatan intensif di RSUD Karawang.
Kronologi Kejadian di Kamar Hotel
Ibu korban, IP (20), menceritakan bahwa kejadian bermula saat ia bersama anaknya menginap di hotel tersebut. Pelaku, yang bekerja sebagai sopir ekspedisi, menyusul dan sempat berpura-pura sakit perut untuk mengelabui IP.
"Dia kayak pura-pura sakit perut gitu, terus minta dibelikan makan," ujar IP saat ditemui di RSUD Karawang, Sabtu (14/2/2026).
Percaya dengan alasan pelaku, IP keluar kamar sekitar pukul 02.00 WIB untuk mencari makanan, meninggalkan NA yang sedang tertidur bersama pelaku.
Namun, saat kembali sekitar 20 menit kemudian, IP mendapati kamar dalam kondisi gelap gulita.
"Saat lampu dinyalakan, saya melihat dia (pelaku) sedang mengelap darah di wajah anak saya. Mata anak saya berubah jadi putih dan mulutnya membuka terus," kata IP.
Temuan Tang dan Jarum di Bawah Kasur
Meski tertangkap basah, pelaku sempat bersandiwara dengan dalih korban terjatuh dari kasur dalam posisi sujud. Namun, IP yang merasa janggal melihat kondisi luka anaknya tidak percaya begitu saja.
"Pelaku ini sempat bersandiwara, sambil bilang kalau dirinya selalu disalahkan, sambil membuang barang bukti ke kolong kasur," ucapnya.
Setelah diperiksa, IP menemukan benda tajam berupa tang dan jarum berukuran besar yang disembunyikan di bawah kasur.
Belakangan diketahui, pelaku diduga menggunakan tang tersebut untuk menyiksa korban hingga lidah korban sobek, serta memukul bagian mata korban.
Motif Pelaku: Kesal karena Korban Menangis
Pihak kepolisian bergerak cepat mengamankan pelaku di RSUD Karawang tak lama setelah laporan masuk. Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan, mengungkapkan bahwa motif penganiayaan tersebut dipicu oleh emosi sesaat.
"Tersangka merasa terganggu lantaran korban terus menangis saat ditinggal ibunya. Penyiksaan tersebut diperkirakan berlangsung selama 20 hingga 30 menit," jelas Wildan.
Hasil penyelidikan mengungkap bahwa ini bukan kali pertama NA menjadi korban kekerasan.
Dalam tiga bulan hubungan asmara antara IP dan tersangka, korban diduga sudah empat kali mendapat kekerasan fisik, mulai dari digigit hingga dipukul.
Kondisi Medis: Trauma Mata dan Gangguan Fungsi Lidah
Manajemen RSUD Karawang menyatakan bahwa kondisi NA saat ini masih dalam pengawasan ketat tim medis dengan bantuan dua infus.
Perwakilan manajemen RSUD Karawang, Uung Susangka, menjelaskan bahwa lidah korban mengalami kerusakan fungsi akibat ditarik paksa menggunakan tang.
"Lidahnya robek dan fungsinya terganggu. Untuk mata, terjadi trauma yang menimbulkan bengkak hebat. Kami akan konsultasikan ke dokter spesialis mata pada hari Rabu untuk memastikan fungsi penglihatannya," ungkap Uung.
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, yang menjenguk korban pada Sabtu (14/2/2026), menegaskan bahwa pemerintah daerah akan mengawal kasus ini hingga tuntas.
"Kekerasan terhadap anak tidak dapat dibenarkan. Proses hukum harus berjalan tegas sesuai ketentuan yang berlaku," tegas Aep.
Atas perbuatannya yang keji, tersangka I kini telah ditahan di Mapolres Karawang. Ia dijerat dengan Pasal 80 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 1 Tahun 2026.
Tersangka terancam hukuman penjara maksimal 5 tahun. Selain proses hukum, Polres Karawang bersama pihak terkait juga memastikan balita NA akan mendapatkan perlindungan penuh dan pendampingan psikologis untuk memulihkan trauma berat yang dialaminya.
Sebagian Artikel Telah Tayang di Kompas.com dengan Judul dan TribunJabar.id dengan judul Lidah Robek dan Mata Trauma, RSUD Karawang Ungkap Kondisi Memprihatinkan Balita Korban Siksaan Tangan
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang