Viral! Kisah Anak Wali Kota Tidore yang Kerja Jadi Kuli Bangunan, Hidup Mandiri Tanpa Nama Besar Keluarga
Di tengah berbagai pemberitaan mengenai gaya hidup mewah keluarga pejabat yang kerap menjadi sorotan publik, muncul kisah berbeda dari wilayah Indonesia Timur yang menarik perhatian warganet.
Seorang pemuda bernama Muhammad Rafdi Maradjabessy, putra dari Wali Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, Muhammad Sinen, justru memilih menjalani hidup sederhana dengan bekerja sebagai kuli bangunan demi memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri.
Kisah inspiratif tersebut kembali ramai diperbincangkan setelah diunggah ulang oleh akun Instagram @rumpi_gosip. Unggahan itu memunculkan kembali cerita lama yang sempat viral beberapa tahun lalu dan menuai banyak apresiasi dari masyarakat.
Muhammad Rafdi bukan sosok baru dalam perbincangan publik. Pada tahun 2019, dirinya sempat menjadi perhatian setelah sebuah foto yang memperlihatkan dirinya sedang bekerja di proyek bangunan beredar luas di media sosial.
Dalam foto tersebut, Rafdi tampak mengenakan pakaian sederhana yang dipenuhi debu dan noda semen.
Penampilannya jauh dari kesan anak seorang pejabat daerah yang biasanya diasosiasikan dengan kehidupan serba berkecukupan.
Saat itu, Rafdi terlihat mengerjakan pekerjaan fisik layaknya pekerja bangunan pada umumnya. Ia menggunakan sekop untuk mengerok pasir dan membantu proses pembangunan tanpa menunjukkan identitas ataupun status keluarganya. Sikap tersebut sontak membuat banyak orang kagum karena dinilai mencerminkan nilai kerja keras dan kemandirian.
Di balik keputusan Rafdi untuk bekerja keras sejak muda, terdapat didikan yang kuat dari sang ayah. Muhammad Sinen diketahui menanamkan prinsip hidup mandiri kepada seluruh anak-anaknya sejak mereka masih duduk di bangku sekolah.
"Ayahku selalu bilang yang Walkot (Wakil Wali Kota) itu ayah dan itu sementara, jadi kalian harus jadi anak mandiri," kata Rafdi, dikutip Senin 8 Juni 2026.
Prinsip tersebut menjadi pegangan hidup Rafdi hingga dewasa. Ia memilih mencari penghasilan dengan usahanya sendiri dan tidak bergantung pada jabatan ataupun pengaruh orang tuanya.
Baginya, status sebagai anak kepala daerah bukan alasan untuk memperoleh perlakuan istimewa.
Muhammad Sinen sendiri memberikan dukungan penuh terhadap pilihan hidup putranya tersebut. Menurutnya, jabatan yang diembannya hanyalah amanah yang bersifat sementara. Karena itu, anak-anaknya harus memiliki kemampuan untuk bertahan hidup dan bekerja keras tanpa mengandalkan fasilitas yang berasal dari kedudukan orang tua.
Kisah Rafdi pun mendapat respons positif dari masyarakat luas. Banyak warganet memuji sikap rendah hati dan semangat kerja keras yang ditunjukkannya. Di tengah maraknya kritik terhadap praktik nepotisme dan penyalahgunaan pengaruh oleh keluarga pejabat, sosok Rafdi dianggap menjadi contoh bahwa kesuksesan dapat diraih melalui usaha dan kemandirian.
Tak sedikit netizen yang menyebut kisah Rafdi sebagai teladan bagi generasi muda. Mereka menilai bahwa sikapnya membuktikan bahwa nama besar keluarga bukanlah jaminan untuk memperoleh kemudahan hidup, melainkan kerja keras dan karakter yang kuatlah yang menjadi modal utama dalam menghadapi masa depan.