Yamaha Dukung Pemerintah Indonesia Kembangkan Chip Semikonduktor
Pemerintah Indonesia tengah berupaya untuk mengembangkan industri chip semikonduktor. Hal tersebut agar komponen satu ini bisa diproduksi secara mandiri di dalam negeri.
Dengan begitu dapat memudahkan para pelaku industri otomotif. Lalu tidak tergantung lagi pasokan dari luar negeri.
Usaha tersebut ternyata disambut baik banyak pihak. Termasuk dari Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).
“Positif karena beberapa tahun lalu, kita memang terpengaruh banget (dengan kelangkaan chip semikonduktor),” buka Rifki Maulana, Manager Public Relations, Community & YRA YIMM kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.

Menurut Yamaha, jika rencana pemerintah Indonesia bisa terealisasi dengan lancar maka bakal membawa dampak positif bagi industri otomotif, terkhusus roda dua.
Diharapkan suplai komponen tersebut bisa terjaga. Sehingga produksi motor baru di dalam negeri lebih lancar.
“Dengan kondisi harus memenuhi kualitas, ibaratnya tidak harus bergantung dari impor,” Rifki melanjutkan.
Selain itu Yamaha juga berharap, harga chip semikonduktor dapat lebih terjangkau setelah diproduksi di Tanah Air.
Sehingga kemungkinan besar, dapat mempengaruhi banderol motor baru yang dibuat Yamaha dan pabrikan lain.
Meski begitu menurut Yamaha ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan, jika pemerintah mau memproduksi chip semikonduktor secara lokal.
“Paling penting mengikuti spesifikasi masing-masing (pabrikan), lebih fleksibel. Karena memang beda merek, beda teknologi serta kualitas biasanya,” tegas Rifki.
Oleh sebab itu, pabrikan motor yang ada di Tanah Air harus dilibatkan dalam usaha produksi lokal komponen satu ini. Sehingga bisa sesuai dengan kebutuhan mereka.
Lalu mampu mengikuti permintaan dari masing-masing produsen. Sebab menurut Rifki, pabrikan motor terbatas dengan kuota impor chip semikonduktor.
Sebagai informasi, beberapa waktu lalu Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.
Salah satu agenda rapat itu membahas, keinginan orang nomor satu di Indonesia ini mengembangkan teknologi chip semikonduktor sendiri.
Prabowo ingin ada penguatan pada sektor otomotif atau elektronik, melalui investasi dalam pengembangan teknologi komponen tersebut.

Ditujukan guna membangun industri chip semikonduktor masa depan Indonesia, yang akan dimanfaatkan untuk otomotif, digital maupun elektronik.
Di sisi lain, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menetapkan roadmap pengembangan industri semikonduktor nasional.
Visi utama peta jalan tersebut adalah untuk menjadikan Indonesia berperan aktif dalam rantai pasok global.
Apalagi kebutuhan chip semikonduktor nasional terus meningkat, seiring dengan tingginya aktivitas industri hilir.