Komparasi Biaya Operasional Sprinto Vs Yamaha FreeGo 125, Hemat Mana?
Persaingan di segmen motor komuter harian dengan dek rata di kelas Rp 20 jutaan sampai Rp 25 jutaan kini semakin bervariasi sejak masuknya opsi motor listrik.
Kehadiran motor dengan sumber daya baru ini langsung menantang jagoan-jagoan utilitas dari motor bensin konvensional yang sudah lama mendominasi pasar tanah air.
Salah satu penantang kuat di kelas skutik bensin konvensional 125 cc adalah Yamaha FreeGo 125. Motor utilitas murni ini dibekali dengan mesin Blue Core 125 cc dan memiliki kapasitas tangki bahan bakar sebesar 4,2 liter.
Nilai jual utamanya terletak pada kepraktisan posisi lubang pengisian bensin yang berada di sebelah kiri dek depan, serta akomodasi bagasi bawah jok ekstra luas mencapai 25 liter karena posisi tangkinya dipindahkan ke bawah dek.
Yamaha FreeGo 125
Namun, bagaimana jika sisi fungsionalitas dan efisiensi mesin 125 cc milik FreeGo ini saya adu langsung dengan biaya operasional motor listrik Indomobil Emotor Sprinto? Mari kita bedah hasil pengetesannya secara objektif.
Untuk mengetahui seberapa irit FreeGo 125 saat dipakai untuk kebutuhan mobilitas harian, saya sudah mengetesnya secara langsung menggunakan metode full to full.
Dalam pengetesan tersebut, FreeGo 125 saya ajak berjalan sejauh 64,7 kilometer dengan rute kombinasi yang dinamis, mulai dari membelah jalanan Jakarta yang padat merayap hingga mengarah ke Bogor dengan kondisi lalu lintas yang cukup lengang.
Ketika tangki bensin kembali diisi penuh di titik akhir, motor ini tercatat cuma menghabiskan 1,43 liter BBM dengan spesifikasi RON 92 (Pertamax). Artinya, angka konsumsi bahan bakar riil dari Yamaha FreeGo 125 berdasarkan pengetesan Kompas.com berhasil menembus 45,2 kilometer per liter.
Jika kita konversikan konsumsi BBM FreeGo 125 ke dalam nominal rupiah menggunakan patokan harga Pertamax saat ini (Rp 12.300 per liter), maka biaya bensin yang harus saya mengeluarkan uang untuk menempuh rute pengujian sejauh 64,7 km tersebut adalah sebesar Rp 17.589.
Sementara itu, jika saya menggunakan Indomobil Emotor Sprinto untuk menempuh jarak harian yang mirip, yakni rute komuter sejauh 62 kilometer, daya listrik yang dihabiskan dari baterai Lithium 2,45 kWh miliknya hanya sebesar 1,44 kWh.
Ketika disetarakan dengan tarif token listrik PLN rumah tangga nonsubsidi golongan 1.300 VA ke atas (Rp 1.444,70 per kWh), ongkos yang keluar dari dompet saya untuk sekali jalan dengan Sprinto cuma menyentuh Rp 2.089.
Secara hitung-hitungan matematis murni di sektor pengeluaran energi harian, motor listrik seperti Sprinto jelas kembali menunjukkan dominasinya yang sangat kuat dari sisi rasionalitas finansial jangka panjang.
Pengeluaran token listrik Sprinto berkali-kali lipat lebih murah jika dibandingkan dengan biaya pembelian BBM untuk skutik bensin 125 cc yang sudah masuk kategori hemat seperti FreeGo 125.
Meski begitu, komparasi harian ini tidak boleh hanya melihat dari satu sisi pengeluaran uang saja, melainkan harus menimbang aspek fungsionalitas harian secara menyeluruh. Keunggulan absolut dari Yamaha FreeGo 125 terletak pada ekosistem infrastrukturnya yang sudah matang tanpa batas serta akomodasi ruang bagasi 25 liter yang sangat fungsional untuk membawa jas hujan, tas, hingga helm.
Jarak tempuh 190 km dari kondisi tangki penuh bisa didapatkan kembali hanya dengan mampir ke SPBU terdekat selama 3 menit tanpa perlu pusing memikirkan manajemen waktu pengisian daya baterai atau mengalami kecemasan kehabisan daya di tengah jalan (range anxiety).
Kesimpulannya bagi saya tetap kembali pada preferensi kebutuhan utama dari masing-masing konsumen. Jika fokus mencari motor komuter harian adalah memangkas pengeluaran biaya energi bulanan secara ekstrem, maka menetapkan pilihan pada Indomobil Emotor Sprinto adalah langkah yang sangat tepat.
Namun, jika Anda memiliki mobilitas yang sangat dinamis, membutuhkan ruang akomodasi barang bawaan yang luas di balik jok, serta mengutamakan kepraktisan mutlak tanpa perlu mengantre lama untuk mengisi ulang energi, maka meminang skutik konvensional seperti Yamaha FreeGo 125 masih menjadi opsi yang paling masuk akal saat ini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang