Pertamax Naik ke Rp 16.250, Amankah Motor Yamaha Beralih ke Pertalite?

Pertamax, Pertalite, oktan, motor Yamaha, Pertamax Naik ke Rp 16.250, Amankah Motor Yamaha Beralih ke Pertalite?

Kenaikan harga BBM non-subsidi membuat banyak pemilik sepeda motor mulai mencari cara untuk menekan pengeluaran harian. Salah satunya dengan beralih dari Pertamax ke Pertalite yang harganya jauh lebih murah.

Di Pulau Jawa dan sekitarnya, saat ini harga Pertamax mencapai Rp 16.250 per liter, sementara Pertalite masih dibanderol Rp 10.000 per liter.

Selisih lebih dari Rp 6.000 per liter tersebut membuat sebagian pengguna motor mempertimbangkan penggunaan BBM dengan oktan lebih rendah demi menghemat biaya operasional.

Lalu, apakah motor Yamaha boleh menggunakan Pertalite?

Pertamax, Pertalite, oktan, motor Yamaha, Pertamax Naik ke Rp 16.250, Amankah Motor Yamaha Beralih ke Pertalite?

Petugas mengisi BBM jenis Pertalite ke tangki sepeda motor konsumen di salah satu SPBU Pertamina di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (28/2/2026).

Yamaha Minta Konsumen Ikut Buku Manual

Manager Public Relations, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, Rifki Maulana, mengatakan setiap motor Yamaha memiliki rekomendasi bahan bakar yang berbeda-beda sesuai spesifikasi mesinnya.

“Kan memang masing-masing unit kan ada yang disarankan kan ya, misalnya kompresinya berapa dan apa, contoh jenis bahan bakar yang cocok,” ujar Rifki di Jakarta (12/6/2026).

Menurut dia, Yamaha hanya memberikan rekomendasi penggunaan bahan bakar yang sesuai dengan karakter mesin masing-masing model.

Pertamax, Pertalite, oktan, motor Yamaha, Pertamax Naik ke Rp 16.250, Amankah Motor Yamaha Beralih ke Pertalite?

Diler Yamaha di Jabodetabek mengikuti protokol kesehatan

“Tapi itu semua kan dikembalikan ke konsumen ya. Kami hanya bisa menyarankan seperti itu. Sedangkan masing-masing unit kan beda-beda ya, ada yang cocoknya pakai yang A, B, ataupun C seperti itu,” kata dia.

Rifki juga menegaskan bahwa tidak semua motor Yamaha cocok menggunakan Pertalite. Sebagai contoh, Yamaha R25 sejak awal direkomendasikan menggunakan bahan bakar dengan oktan lebih tinggi.

“Saya enggak bisa menyarankan itu. Semua kembali ke konsumen seperti itu kan. Cuma memang kan contoh yang paling gampang adalah, contoh misalnya R25 ya memang disarankan kan RON 92,” ucap Rifki.

Pertamax, Pertalite, oktan, motor Yamaha, Pertamax Naik ke Rp 16.250, Amankah Motor Yamaha Beralih ke Pertalite?

PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) meluncurkan produk baru New Yamaha R25 dan MT-25 generasi baru

Jangan Asal Turun Oktan Demi Hemat Pengeluaran

Meski penggunaan Pertalite bisa menghemat pengeluaran saat harga Pertamax naik, pemilik motor tetap harus memperhatikan rasio kompresi mesin.

Menggunakan BBM dengan oktan yang lebih rendah dari rekomendasi berpotensi menimbulkan gejala knocking atau ngelitik yang dapat mengganggu performa mesin.

Sebagai panduan umum, Pertalite (RON 90) cocok digunakan pada motor dengan rasio kompresi 9:1 hingga 10:1. Sementara motor dengan kompresi 10:1 hingga 11:1 lebih ideal menggunakan Pertamax (RON 92).

Pertamax, Pertalite, oktan, motor Yamaha, Pertamax Naik ke Rp 16.250, Amankah Motor Yamaha Beralih ke Pertalite?

Warga di Teluk Alulu, Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kembali mengeluhkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), khususnya jenis Pertalite dan Pertamax. Kondisi ini membuat harga eceran kerap melambung tinggi, bahkan sempat mencapai Rp20.000 per liter.

Untuk mesin berkompresi tinggi di kisaran 11:1 hingga 12:1, penggunaan Pertamax Turbo atau BBM dengan oktan lebih tinggi sangat disarankan.

Karena itu, sebelum memutuskan beralih dari Pertamax ke Pertalite demi menghemat biaya, pemilik motor Yamaha sebaiknya memeriksa buku manual kendaraan terlebih dahulu.

Selisih harga BBM memang menggiurkan, tetapi penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai spesifikasi bisa berdampak pada performa dan kesehatan mesin dalam jangka panjang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang